Konsep-Konsep Geografi
Dalam
mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan
konsep lokasi, jarak, morfologi, keterjangkauan, pola, aglomerasi, nilai kegunaan, interaksi/interpendensi, diferensiasi areal, dan keterkaitan ruang.
1. Konsep Lokasi
Lokasi
adalah posisi suatu tempat, benda, peristiwa, atau gejala di permukaan bumi
dalam hubungannya dengan tempat, benda, gejala, dan peristiwa lain. Terdapat
dua komponen lokasi, yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat
jika dibandingkan dengan tempat di mana orang tersebut berada. Adapun jarak
adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut. Contoh, kabupaten
Banjar terletak di sebelah utara kabupaten Tapin, sebelah timur kabupaten
Kotabaru, sebelah selatan kabupaten Tanah Laut dan kota Banjarbaru, dan sebelah
barat kota Banjarmasin. Jadi, arah suatu tempat bersifat relatif. Demikian pula
dengan istilah dekat atau jauh, besar atau kecil, cepat atau lambat, yang pasti
arah dan jarak akan menentukan intensitas hubungan dari dua tempat yang
berbeda.
Sumber:https://sites.google.com/a/skpdkalsel.co.cc/kabupaten-banjar/calendar
diakses pada Senin, 12 Juni 2017
Konsep
lokasi ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.
Lokasi absolut adalah posisi sesuatu berdasarkan koordinat garis lintang dan
garis bujur. Misalnya, kabupaten Banjar terletak di antara 2°49’55 - 3°43’38 LS dan 114°30’20" -
115°35’37" BT .
Lokasi
absolut mutlak adanya dan dapat dipercaya karena massa daratan relatif tetap,
aspek perubahannya kecil sekali, dan berlaku umum di seluruh dunia. Melalui
lokasi absolut, seseorang dapat mengetahui jarak dan arah suatu tempat ke
tempat lain di permukaan bumi. Dengan bantuan garis lintang seseorang dapat
menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan
tumbuhan, hewan, dan penduduk nya secara lebih rinci. Dengan mengetahui lokasi
suatu tempat berdasarkan garis lintang, seseorang akan memperoleh gambaran
tentang kondisi iklim, kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusianya. Garis bujur
akan memengaruhi perbedaan waktu. Dengan mengetahui posisi suatu tempat menurut
garis bujur dapat mengetahui kapan suatu aktivitas dapat dilaksanakan.
Lokasi
relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi daerah di
sekitarnya. Kondisi dan situasi di sini dapat berupa kondisi fisik, sosial,
ekonomi, budaya, dan keberadaan sarana transportasi dengan daerah sekitarnya.
Misalnya, kabupaten Banjar terletak di antara dua jalur transportasi anatar
Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Timur. Secara sosial budaya
Indonesia merupakan tempat yang strategis karena berada di daerah lintas
ekonomi dan daerah penyangga bagi wilayah sekitarnya. Kedua daerah tersebut
memiliki kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda.
2. Konsep Jarak
Jika
jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, manusia cenderung akan memperhitungkan
jarak. Misalnya, antara Martapura dengan Kotabaru jaraknya 265 km, dahulu jarak
tempuh Martapura dengan Kotabaru naik bus mencapai 8 jam. Sekarang dengan
adanya jenis transportasi udara seperti pesawat terbang sekitar 30 menit saja.
Waktu tempuh tersebut akan berbeda jika orang tersebut mempergunakan jalan darat/udara/laut.
Waktu tempuh Martapura-Kotabaru akan berbeda pula jika menggunakan jenis
transportasi. Bahkan jika seseorang mempergunakan telepon untuk berhubungan
dengan orang di Kotabaru, rasanya sudah tidak punya waktu tempuh lagi.
Sumber:https://lambangsarib.wordpress.com/2012/11/14/dari-banjarmasin-nol-kilometer/ diakses pada Senin, 12 Juni 2017
Semakin lengkap sarana
dan prasarana komunikasi dan transportasi seolah-olah semakin dekat jarak
antara dua tempat sehingga hubungan dan pengaruh (baik positif maupun negatif)
akan semakin intensif. Sebaliknya, walaupun dua tempat jarak absolutnya relatif
dekat, tetapi jika trans portasi dan komunikasinya tidak ada atau terbatas,
akan semakin lama dan terbatas hubungan yang dapat dijalin. Sekarang dengan
semakin majunya teknologi komunikasi dan transportasi di dunia, jarak bukan
lagi menjadi masalah. Tempat-tempat di dunia terasa semakin dekat, menyatu, dan
transparan, semua itu dikenal dengan era globalisasi.
Konsep jarak ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu jarak
mutlak dan jarak relatif. Jarak mutlak merupakan ruang atau sela antara kedua
lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan
ukuran meter, kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak
bisa berubah-ubah. Contoh dari jarak mutlak sendiri yaitu Jarak antara
Martapura ke Banjarmasin adalah 40 km. jarak tersebut diukur memanjang dari
titik A (Martapura) dan titik B (Banjarmasin) dan dihitung dengan satuan ukuran
kilometer.
Jarak relatif ini merupakan ruang atau sela antara kedua
lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu.
Contoh jarak relatif ini sendiri
yaitu jarak antara Martapura ke Banjarmasin dapat kita ditempuh dalam waktu 1,5
jam melewati Jalan A.Yani. Tentu jarak relatiif ini akan jauh berbeda apabila
keadaan jalan yang sedang macet atau perjalanan ke Banjarmasin tidak melewati
jalan.
3. Konsep Morfologi
Morfologi sendiri merupakan konsep yang menjelaskan tentang
struktur luar dari batu-batuan yang tersusun membentuk morfologi permukaan bumi
seperti (pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb). Contoh dari konsep morfologi yaitu Martapura merupakan dataran rendah.
4. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan sendiri merupakan jarak yang mampu dicapai
dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya
dengan copy paste tergantung pada
jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang. Contoh dari
konsep keterjangkauan ini adalah murid dari sebuah SDN Pematang Baru sedang
melintasi jalan yang rusak sehingga guru dan murid sering mengambil solusi
alternatif seperti jalan kaki.
Sumber:http://epaper.banjarmasinpost.co.id/view/metro/2017/06/12#.WT85jfl97IV diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
5. Konsep Pola
Pola merupakan bentuk, struktur, dan persebaran fenomena
atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial. Contoh
dari konsep pola sendiri adalah permukiman yang memanjang di sepanjang sungai
Martapura.
6. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi sendiri merupakan adanya suatu fenomena yang
terkelompok menjadi satu bentuk atau struktur. Contoh dari konsep aglomerasi
adalah perumahan penduduk yang elit cenderung tinggal mengelompok pada tingkat
sejenis atau perumahan. Di daerah perkotaan terjadi pemusatan penduduk
berdasarkan status sosial dan ekonomi melalui kawasan selum area, menengah ke
atas, dan kawasan elit.
Sumber:http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/07/01/rei-kalsel-gratiskan-2-rumah-impian diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
7. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan ini merupakan konsep yang sangat berkaitan
dengan nilai guna dari suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi
yang menunjang perkembangan suatu wilayah. Contoh dari konsep nilai kegunaan
adalah kawasan rawa atau lahan basah di daerah kabupaten Banjar. dimana
kawasan tersebut merupakan tempat budidaya ikan
tawar bagi para penambak ikan dan tempat rekreasi keluarga sambil
menikmati makan lesehan.
Sumber:http://ancjrit.blogspot.co.id/2011/03/sejarah-obyek-wisata-kota-martapura.html diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
8. Konsep Interaksi/Interpendensi
Interaksi/Interpendensi sendiri merupakan konsep yang
menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk
saling memenuhi kebutuhannya. Contoh dari konsep Interaksi/interpendensi adalah
sekitar daerah Lok Baintan merupakan pemasok hasil kebun dan diangkut
menggunakan kapal kecil atau “Jukung” untuk selanjutnya dijual ke daerah
Banjarmasin agar memenuhi kebutuhan masyarakat kota.
Sumber: Foto diambil sendiri pada 18 April 2016
9. Konsep Diferensiasi Areal
Diferensiasi areal sendiri merupakan konsep yang
membandingkan antara dua wilayah untuk menunjukkan adanya perbedaan antara satu
wilayah dengan wilayah lain karena pada tiap-tiap wilayah memiliki
karakteristik khas masing-masing. Contoh dari konsep Diferensiasi areal adalah kecamatan
Martapura penduduk bermata pencaharian, namun di kecamatan Astambul penduduk
bermata pencaharian sebagai mengebun jeruk.
Sumber:https://ufindufound.wordpress.com/2014/07/08/melihat-kehindahan-intan-kalimantan-selatan/ diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
Sumber:http://bappelitbang.banjarkab.go.id/banjar/?site=kecamatan/kecamatan_detail&id=9 diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
10. Konsep Keterkaitan Ruang
Keterkaitan ruang sendiri merupakan konsep yang menunjukkan
tingkat keterkaitan antar wilayah dan mendorong terjadinya interaksi
sebab-akibat antarwilayah. Contoh dari konsep keterkaitan ruang adalah kabut
asap yang melanda Martapura karena hasil pembakaran lahan di daerah sekitar
kabupaten Banjar.
Sumber:
http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/09/12/api-lahan-kacaukan-hajatan-ibadah-kurban diakses pada Selasa, 13 Juni 2017
Sekian
penjelasan pengertian dan 10 konsep geografi semoga bisa membantu kalian semua
dalam mempelajari ilmu geografi. Selamat membacaJ
Daftar
Pustaka
Dibyo
Soegimo dan Ruswanto. 2009. Geografi:
untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: CV Mefi Caraka.




oke sip
BalasHapus