Senin, 12 Juni 2017

KONSEP-KONSEP GEOGRAFI

Konsep-Konsep Geografi
Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, jarak, morfologi, keterjangkauan, pola, aglomerasi, nilai kegunaan, interaksi/interpendensi, diferensiasi areal, dan keterkaitan ruang.
1. Konsep Lokasi
Lokasi adalah posisi suatu tempat, benda, peristiwa, atau gejala di permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat, benda, gejala, dan peristiwa lain. Terdapat dua komponen lokasi, yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat jika dibandingkan dengan tempat di mana orang tersebut berada. Adapun jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut. Contoh, kabupaten Banjar terletak di sebelah utara kabupaten Tapin, sebelah timur kabupaten Kotabaru, sebelah selatan kabupaten Tanah Laut dan kota Banjarbaru, dan sebelah barat kota Banjarmasin. Jadi, arah suatu tempat bersifat relatif. Demikian pula dengan istilah dekat atau jauh, besar atau kecil, cepat atau lambat, yang pasti arah dan jarak akan menentukan intensitas hubungan dari dua tempat yang berbeda.
Konsep lokasi ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah posisi sesuatu berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Misalnya, kabupaten Banjar terletak di antara 2°49’55 - 3°43’38 LS dan 114°30’20" - 115°35’37" BT .
Lokasi absolut mutlak adanya dan dapat dipercaya karena massa daratan relatif tetap, aspek perubahannya kecil sekali, dan berlaku umum di seluruh dunia. Melalui lokasi absolut, seseorang dapat mengetahui jarak dan arah suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi. Dengan bantuan garis lintang seseorang dapat menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan tumbuhan, hewan, dan penduduk nya secara lebih rinci. Dengan mengetahui lokasi suatu tempat berdasarkan garis lintang, seseorang akan memperoleh gambaran tentang kondisi iklim, kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusianya. Garis bujur akan memengaruhi perbedaan waktu. Dengan mengetahui posisi suatu tempat menurut garis bujur dapat mengetahui kapan suatu aktivitas dapat dilaksanakan.
Lokasi relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi daerah di sekitarnya. Kondisi dan situasi di sini dapat berupa kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan keberadaan sarana transportasi dengan daerah sekitarnya. Misalnya, kabupaten Banjar terletak di antara dua jalur transportasi anatar Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Timur. Secara sosial budaya Indonesia merupakan tempat yang strategis karena berada di daerah lintas ekonomi dan daerah penyangga bagi wilayah sekitarnya. Kedua daerah tersebut memiliki kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda.

2. Konsep Jarak
Jika jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, manusia cenderung akan memperhitungkan jarak. Misalnya, antara Martapura dengan Kotabaru jaraknya 265 km, dahulu jarak tempuh Martapura dengan Kotabaru naik bus mencapai 8 jam. Sekarang dengan adanya jenis transportasi udara seperti pesawat terbang sekitar 30 menit saja. Waktu tempuh tersebut akan berbeda jika orang tersebut mempergunakan jalan darat/udara/laut. Waktu tempuh Martapura-Kotabaru akan berbeda pula jika menggunakan jenis transportasi. Bahkan jika seseorang mempergunakan telepon untuk berhubungan dengan orang di Kotabaru, rasanya sudah tidak punya waktu tempuh lagi.
Semakin lengkap sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi seolah-olah semakin dekat jarak antara dua tempat sehingga hubungan dan pengaruh (baik positif maupun negatif) akan semakin intensif. Sebaliknya, walaupun dua tempat jarak absolutnya relatif dekat, tetapi jika trans portasi dan komunikasinya tidak ada atau terbatas, akan semakin lama dan terbatas hubungan yang dapat dijalin. Sekarang dengan semakin majunya teknologi komunikasi dan transportasi di dunia, jarak bukan lagi menjadi masalah. Tempat-tempat di dunia terasa semakin dekat, menyatu, dan transparan, semua itu dikenal dengan era globalisasi.
Konsep jarak ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif. Jarak mutlak merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak bisa berubah-ubah. Contoh dari jarak mutlak sendiri yaitu Jarak antara Martapura ke Banjarmasin adalah 40 km. jarak tersebut diukur memanjang dari titik A (Martapura) dan titik B (Banjarmasin) dan dihitung dengan satuan ukuran kilometer.
Jarak relatif ini merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu. Contoh jarak relatif ini sendiri yaitu jarak antara Martapura ke Banjarmasin dapat kita ditempuh dalam waktu 1,5 jam melewati Jalan A.Yani. Tentu jarak relatiif ini akan jauh berbeda apabila keadaan jalan yang sedang macet atau perjalanan ke Banjarmasin tidak melewati jalan.

3. Konsep Morfologi
Morfologi sendiri merupakan konsep yang menjelaskan tentang struktur luar dari batu-batuan yang tersusun membentuk morfologi permukaan bumi seperti (pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb). Contoh dari konsep morfologi yaitu Martapura merupakan dataran rendah.
Sumber:https://sumaostriningsih.wordpress.com/ diakses pada Senin, 12 Juni 2017

4. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan sendiri merupakan jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya dengan copy paste tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang. Contoh dari konsep keterjangkauan ini adalah murid dari sebuah SDN Pematang Baru sedang melintasi jalan yang rusak sehingga guru dan murid sering mengambil solusi alternatif seperti jalan kaki.

5. Konsep Pola
Pola merupakan bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial. Contoh dari konsep pola sendiri adalah permukiman yang memanjang di sepanjang sungai Martapura.
Sumber: https://hasanzainuddin.wordpress.com/2007/11/03/42/ diakses pada Senin, 12 Juni 2017


6. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi sendiri merupakan adanya suatu fenomena yang terkelompok menjadi satu bentuk atau struktur. Contoh dari konsep aglomerasi adalah perumahan penduduk yang elit cenderung tinggal mengelompok pada tingkat sejenis atau perumahan. Di daerah perkotaan terjadi pemusatan penduduk berdasarkan status sosial dan ekonomi melalui kawasan selum area, menengah ke atas, dan kawasan elit.

7. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan ini merupakan konsep yang sangat berkaitan dengan nilai guna dari suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah. Contoh dari konsep nilai kegunaan adalah kawasan rawa atau lahan basah di daerah kabupaten Banjar. dimana kawasan tersebut merupakan tempat budidaya ikan  tawar bagi para penambak ikan dan tempat rekreasi keluarga sambil menikmati makan lesehan.
Sumber:http://ancjrit.blogspot.co.id/2011/03/sejarah-obyek-wisata-kota-martapura.html diakses pada Selasa, 13 Juni 2017

8. Konsep Interaksi/Interpendensi
Interaksi/Interpendensi sendiri merupakan konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. Contoh dari konsep Interaksi/interpendensi adalah sekitar daerah Lok Baintan merupakan pemasok hasil kebun dan diangkut menggunakan kapal kecil atau “Jukung” untuk selanjutnya dijual ke daerah Banjarmasin agar memenuhi kebutuhan masyarakat kota.
Sumber: Foto diambil sendiri pada 18 April 2016

9. Konsep Diferensiasi Areal
Diferensiasi areal sendiri merupakan konsep yang membandingkan antara dua wilayah untuk menunjukkan adanya perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain karena pada tiap-tiap wilayah memiliki karakteristik khas masing-masing. Contoh dari konsep Diferensiasi areal adalah kecamatan Martapura penduduk bermata pencaharian, namun di kecamatan Astambul penduduk bermata pencaharian sebagai mengebun jeruk.

10. Konsep Keterkaitan Ruang
Keterkaitan ruang sendiri merupakan konsep yang menunjukkan tingkat keterkaitan antar wilayah dan mendorong terjadinya interaksi sebab-akibat antarwilayah. Contoh dari konsep keterkaitan ruang adalah kabut asap yang melanda Martapura karena hasil pembakaran lahan di daerah sekitar kabupaten Banjar.





Sekian penjelasan pengertian dan 10 konsep geografi semoga bisa membantu kalian semua dalam mempelajari ilmu geografi. Selamat membacaJ
Daftar Pustaka

Dibyo Soegimo dan Ruswanto. 2009. Geografi: untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: CV Mefi Caraka.

1 komentar:

KONSEP-KONSEP GEOGRAFI

Konsep-Konsep Geografi Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, jarak, morfologi, k...