Senin, 12 Juni 2017

Geografi Pariwisata Yang Ada Di Martapura


A.      DESKRIPSI KAWASAN WISATA MARTAPURA
            Martapura merupakan sebuah kecamatan sekaligus ibukota Kabupaten Banjar. Daerah ini terdapat aliran sungai yang bernama sungai Martapura tepatnya daerah asal penulis di Pekauman, kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar yang berjarak 40 km di sebelah timur Banjarmasin. Kota ini mempunyai beberapa julukan seperti kota Intan yang terkenal sumber daya alam nonhayatinya yaitu intan, pusat transaksi penjualan intan dan tempat penggosokan intan utama di Kalimantan serta penyedia cinderamata batu mulia yang terdapat di kawasan pertokoan Cahaya Bumi selamat. Selain itu, juga terdapat julukan kota Santri karena terdapat puluhan pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Darussalam.
            Salah satu desa yang terdapat di Martapura adalah desa Pekauman yang merupakan asal tempat tinggal penulis. Letak Pekauman berada diantara desa Pekauman Ulu, Kampung Melayu, dan Pekauman Dalam. Kawasan wisata yang terdapat pada desa ini adalah
1.      Wisata Alam
a.       Sungai Pekauman, Martapura
Sungai yang terletak diantara arus hulu dan hilir. Arus hulu yang dimuarai dari daerah Hulu Sungai, sedangkan arus hilir yang dimuarai sungai Martapura yang selanjutnya sungai Barito. Seperti biasanya sungai ini hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk MCK dan keperluan lainnya. Dan jika dilihat sungai ini hanyalah pemandangan biasa yang airnya keruh karena disebabkan bekas tambang dari hulu, ditambah bekas limbah rumah tungga yang dibuang sembarangan oleh warga sekitar sehingga membuat pemandangan yang kurang baik. Namun, dibalik pemandangan tersebut tersimpan nilai wisata yaitu saat tibanya musim penghujan yang menyebabkan air dari hulu pasang dan menggenangi sebagian wilayah Pekauman, dan alhasil yang dulunya air sungai yang dipandang kurang menarik sekarang berbanding terbalik, karena tempat ini banyak dikunjungi berbagai kalangan untuk menikmati mandi gratis dan beberapa ada orang yang memberi nama “Waterboom nya Pekauman”. Sehingga dibalik bencana banjir yang melanda, terdapat keuntungan yaitu tempat ini dapat dikatakan wisata karena banyak pengujung yang berasal dari luar.
2.      Wisata Religius
a.       Makam Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan)
Makam Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan) yang terletak Didaerah Pekauman Martapura Kal – Sel.




Nama Wisata
Rasakan
Bayangkan
Lakukan
1.    Wisata Alam
a.    Sungai Pekauman, Martapura

Pemandangan sungai ini agak kurang bersih karena masih adanya sampah yang dibuang sembarang dan warna air yang keruh

Perlu adanya pembuatan taman di pinggir sungai agar warga tidak lagi melakukan MCK nya di sungai karena dapat memperburuk ekosistem di air.

Pengawasan, penertiban, dan pemeliharaan sungai ini oleh pemerintah dan kesadaran masyarakat di pinggir sungai.
2.    Wisata Religius
a.    Makam Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan)

Ornamen makam beliau sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.


Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas tersebut.


Pengawasan dari orang yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.


            Martapura yang kaya sumber daya alamnya memberikan berkah tersendiri bagi masyarakatnya dalam hal wisata. Banyak lokasi yang dijadikan objek wisata, baik berupa wisata alam, wisata buatan, wisata religious, wisata sejarah/wisata budaya, dan wisata adat. Untuk lebih jelas lagi berikut penjelasannya untuk kawasan wisata di Kabupaten Banjar:
1.      Wisata alam
a.       Matang Kaladan
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-392-panorama-puncak-matang-keladan.html selasa, 26 Januari 2016, diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Bukit Matang Kaladan terletak di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. bukit ini berada di area dermaga bendungan Riam Kanan yang berjarak sekitar 1,5 Jam dari Bandar Udara Syamsuddin Noor, Tidak sulit untuk menemukan jalur untuk naik ke bukit Matang Keladan ini. Puncaknya bahkan terlihat dari area parkir kendaraan. Tinggal bertanya dengan tukang parkir atau masyarakat sekitar, mereka pasti akan menunjukkan arahnya menuju Bukit Matang Keladan.
b.      Sungai Kembang Aranio
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-321-sungai-kembang-aranio.html Rabu, 7 Januari 2015, pada tanggal 8 Juni 2016
Sungai Kembang terletak 64 KM dari Banjarmasin Ibukota Kalimantan Selatan tepatnya di Desa Tambela Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.
Dengan Pemandangan yang begitu Indah, banyak pohon pinus berjejer membentuk barisan teratur. Di sini anda akan disajikan panorama alam yang sangat indah sekali diselingi oleh gemuruh arus yang deras melewati bebatuan.
Selain sebagai tempat rekreasi, sungai kembang uga merupakan tempat budi daya ikan sungai seperti ikan Nila dan ikan Mas yang terletak di belakang riam tambela ini.
c.       Bukit Batas
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-319-panorama-bukit-batas.html Senin, 05 Januari 2015  diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Obyek wisata di Bukit Batas Desa Tiwingan Baru Kecamatan Aranio, lokasi ditempuh dengan menaiki perahu mesin (Klotok) 30 menit dari Dermaga/Pelabuhan Aranio sampai di Kaki Bukit Batas, Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Kaki Bukit Batas sampai ke Puncak Bukit Batas 60 menit (PP 120 menit).
d.      Air Terjun Panyar
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-317-air-terjun-panayar.html Minggu, 21 Desember 2014, diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Air Terjun Panayar Desa Artain Kecamatan Aranio dari Kota Martapura berjarak lebih kurang 30 KM. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat sekitar 30 menit. setelah itu dilanjutkan dengan memakai transportasi air perahu mesin atau kelotok kira-kira dua jam.
Tiba di Desa Artain perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan waktu empat jam. Perjalanan anda yang cukup melelahkan akan segera hilang seiring jatuhnya gemuruh air yang dimuntahkan dari ketinggian 12 meter. bentuknya laksana ipas terkembang, mengalir bening dan dingin diantara bebatuan alam disertai keindahan flora dan fauna.
e.       Pulau Pinus
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-254-pulau-pinus-2.htmlSenin, 3 Februari 2014
Pulau Pinus merupakan salah satu Destinasi Wisata Kabupaten Banjar yang terletak di Waduk Riam Kanan, tepat ditengah waduk tersebut terdapat dua pualu yang ditumbuhi hutan pinus. Pohon pinus bisa tumbuh hingga mencapai 25 hingga 45 m dengan ketebalan batang sekitar 1 meter. Oleh karena itu, kedua pulau ini disebut dengan Pulau Pinus.
Seperti telah disebutkan diatas, kawasan Wisata Pulau Pinus ini adalah tujuan utama dimana penyewa klotok mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata di Danau Riam Kanan.
f.       Waduk atau Riam Kanan
Danau Riam Kanan merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio.
Berupa Waduk / Danau  seluas lebih kurang 8.000 Ha dengan fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air satu-satunya di Propinsi Kalimantan Selatan.
Berperan penting sebagai pengatur tata air, mencegah erosi dan banjir, sebagai objek wisata alam, danau/waduk ini memiliki bentang alam yang menarik dengan panorama danau, lembah dan bukit disekelilingnya serta untuk kegiatan olahraga air.Pegunungan Meratus yang indah dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan.
g.      Prasasti Gunung Pamaton
Bagi para pecinta wisata alam bebas, kawasan Gunung Pamaton di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar dapat menjadi alternatif pilihan. Apalagiuntuk mencapai lokasi ini tidak terlalu sulit. Medannya relatif mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Dari Kota Martapura hanya memakan waktu satu jam.
Selama ini kawasan Gunung Pematon sering dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa mistik. Konon menurut mitos, disana merupakan tempat bersemayamnya para tokoh kerajaan banjar seperti Pangeran Suryanata dalam wujud makhluk gaib.
Kini kawasan tersebut dijadikan sebagai objek wisata. Untuk itu, Raja Muda H. Khairul Saleh membangun sebuah prasasti yang diresmikan pada tanggal 7 Desember 2011 lalu.
h.      Air Terjun Lembah Kahung
Dilokasi ini akan kita lihat pemandangan asli sebuah alam tropis nan indah dengan aneka flora dan fauna yang menghuninya. Menyususri jalan setapak ditengah hutan yang teduh memberikan kedamaian tersendiri dalam diri setiap orang yang melaluinya.  Air yang meluncur deras dari air terjun setinggi  25 meter dan lebar  8 meter adalah pemandangan indah di puncak petualangan itu. Perjalanan diawali dengan menggunakan kendaraan umum menuju Waduk Riam Kanan, bendungan terbesar di Kalimantan  Selatan yang memakan waktu sekitar 40 menit dari Martapura. Perjalanan Kemudian akan dilanjutkan dengan menggunakan perahu (Kelotok), 2 jam perjalanan membelah air waduk takkan terasa, sebab selama perjalanan itu mata kita akan dimanjakan dengan deretan pegunungan Meratus nan indah biru menjulang beratapkan awan putih bersih dengan pulau-pulau kecil ditengah waduk/danau Riam Kanan.
Perjalanan dengan kelotok ini akan berakhir di Desa Belangian, desa dimana petualangan baru akan dimulai, perjalanan panjang berikutnya hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Sebelum sampai kelokasi air terjun , ada empat tempat peristirahatan yang disebut Selter. Selter pertama akan ditemui sekitar 40 menit berjalan kaki dari desa Belangian,  sedang Selter kedua dan ketiga akan kita temui sekitar 2 jam dari selter pertama yang sering juga disebut dengan istilah selter kembar karena posisi bangunannya berdampingan. Perjalanan penuh tantangan namun mengasikkan akan kita dapatkan ketika berangkat dari Selter  kedua dan ketiga menuju selter keempat. Berjalan kaki menyusuri padang ilalang yang luas berpagar pegunungan yang hijau. Sinar mentari pagi setia menemani menyaksikan pemandangan menakjubkan di sekitar. 
Memasuki lembah gunung Kahung yang berciri khas hutan tropis dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Petualangan mendebarkan adalah ketika kita harus meniti jurang-jurang terjal dan batuan besar menyeberang anak sungai yang berair sejuk lagi jernih. Untuk mencapai air terjun Gunung Kahung yang merupakan puncak perjalanan ini kita harus menyusuri hutan dari Selter kedua dan ketiga selama 3 jam perjalanan menuju selter kempat, kemudian dari selter keempat masih kita tempuh 1 jam perjalanan  untuk mencapai posisi air terjun. Walaupun perjalanan ini penuh tantangan dan melelahkan namun ketika sudah berada dekat air terjun yang terasa sejuk dan pemandangan yang indah menakjubkan yang membuat kita terkesima dan teringat pada sang pencipta, maka perasaan lelah itu hilang seketika.
2.      Wisata Belanja
a.       Pertokoan Cahaya Bumi Selamat
Martapura selain dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah, juga dikenal sebagai Kota Intan (Diamond City) dengan berbagai jenis permata dan beragam produk kerajinan daerah yang tersedia di sentral permata Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS).
Martapura Kota Intan (Diamond City)  dengan Pertokoan CBS yang terletak di jantung Kota Martapura merupakan icon nya Kalimantan Selatan. Pertokoan CBS sebagai pusat penjualan berbagai jenis batu permata / batu mulia dan beragam produk unggulan yang menawan. Batu permata yang ditawarkan dengan berbagai tingkatan harga, dari harga puluhan ribu hingga milyaran rupiah. Setiap hari tidak pernah sepi dari wisatawan baik dalam  maupun luar negeri atau manca negara untuk melihat maupun membeli batu permata.
Batu permata ini diolah menjadi berbagai bentuk seperti gelang, liontin, cincin, bros, anting dan lain-lain. Pengolahan batu-batu permata ini banyak  dilakukan oleh para pengrajin permata yang ada di Martapura.
Di kota Martapura juga terdapat tempat penggosokan intan modern yaitu Penggosokan Permata Milik koperasi Bank Indonesia dan Lembaga Pengembangan Sertifikasi Batu Mulia milik Pemerintah Kabupaten Banjar.
Pertokoan permata tersebut berada satu lokasi dengan Taman CBS Martapura dan berdampingan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) / Alun-alun Ratu Zalecha Martapura persisnya, didepan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banjar yang sangat dekat dengan jalan raya, bangunannya yang tertata rapi, pilar / tugu taman dengan simbol-simbol  ayat-ayat Al Qur’an yang mencirikan masyarakat Kabupaten Banjar yang religius sehingga membuat lokasi ini tampak eksklusif. Bersih, indah, tertib, aman dan nyaman (Berintan).
Selain menjual berbagai jenis batu permata, juga terpampang pernak-pernik khas Kalimantan, seperti mandau, air guci, orang-orangan dayak dan perahunya yang terbuat dari getah kayu dan souvenir lainnya.
Bagi Anda yang berwisata ke Kalimantan Selatan belum lengkap jika Anda belum mengunjungi Central Permata CBS Martapura. Silakan Anda membeli permata atau souvenir lainnya atau sekedar melihat-lihat proses penggosokan intan tradisional dan modern maupun untuk menguji keaslian batu permata di Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batu Mulia (LPSB) Martapura yang satu-satunya ada di Indonesia.
3.      Wisata religius
Datu Landak yang nama asli beliau adalah Syekh Muhammad Afif lahir di Desa Dalam Pagar Martapura Kabupaten Banjar Kalsel, silsilah beliau adalah Syeikh Muhammad Afif bin Anang Mahmud bin Jamaluddin bin Kyai Dipasunda bin Pardi (Pangeran Dipanegoro), sedari kecil beliau diasuh oleh orang tuanya yang berlimpahan dengan ilmu ilmu agama hingga beliau terkenal karena kealimannya dan ketaatannya dalam menjalankan ibadah sesuai agama beliau karena itu ALLAH banyak memberikan beliau karamah dan kesaktian,dalam satu riwayat diberi gelar Datu Landak adalah karena pada waktu berzikir seluruh badan beliau juga ikut berzikir dan segenap bulu bulu dibadan beliau memancarkan cahaya hingga tegak seperti bulu binatang landak.
Begitulah sekelumit perjalanan seorang Wali Allah, makam beliau terletak disekitar makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Desa Kalampaian Tengah Kecamatan Astambul.
a.       K.H. M. Djazouly Seman
KH. M. Djazouly Seman yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Anang, adalah merupakan ulama kharismatik di Kalimantan Selatan dan menjadi panutan para Tuan Guru di daerahnya. Ulama yang lahir di Martapura pada tanggal 8 Desember 1936 lalu ini merupakan putera Tuan Guru KH. Seman Kadir dan cucu keturunan ke 5 ulama besar Kalimantan KH. Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, pengarang kitab Sabillal Muhtadin.
Ada yang menarik pada diri Abah Anang, tanda tanda kemampuan beliau dibidang agama, telah ditunjukannya sejak usia sangat dini. Ketika beliau sedang dalam pangkuan ibunda tercintanya yang sedang menyusui beliau, ketika itu baru berusia 2 tahunan, dimana disampingnya terdapat kakak beliau sedang mengaji. Tiba tiba beliau berucap membenarkan bacaan Alqur'an yang sedang dibaca oleh kakandanya.
Beliau juga turut membina sebagai ketua dewan ulama di Pondok Pesantren Modern Al-Istiqlal, disamping itu juga terdapat ulama kota Banjarmasin yang sangat dikenal yaitu KH. Husin Nafarin,MA, Lc, yang juga sebagai Imam Besar Mesjid Jami Banjarmasin.
Ia meninggal pada hari Jumaat, 14 Oktober 2011 di RSUD Ulin, Banjarmasin pada pukul 10.15 WITA. Ia dimakamkan di dekat rumahnya di Martapura pada pukul 16.10 WITA diringi puluhan ribu orang.
b.      Makam Sultan Adam Al-Watsiq Billah
Makam Sultan Adam Al-Watsiq Billah terletak di Kelurahan Jawa Martapura, kira-kira 1 kilometer dari pusat kota. Setiap hari ramai diziarahi orang.
Sultan Adam Al-Watsiqubillah bin Sultan Sulaiman Ramatullah bin Sultan Tahmidillah II dilahirkan di Bumi Karang Anyar Karang Intan Kabupaten Banjar pada tahun 1786 Masehi. Beliau memerintah kerajaan Banjar selama 32 tahun. Pada masa itu beliau mengeluarkan Undang-undang Sultan Adam yang berisi 38 Pasal yang mengatur tentang pemerintahan, kemasyarakatan, pertanian dan pertanahan serta masalah keagamaan.
Sepanjang hidupnya, Sultan Adam senantiasa mempertahankan semangat juang, memegang teguh aqidah islam, memperkokoh ukhuwah dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan religius hingga beliau wafat pada 8 November 1857 Masehi.
c.       Makam Guru Sekumpul
Makam KH. Zaini Abdul Ghani atau Guru Ijai di dekat Mushalla Ar-Raudah, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura Kota, tak pernah sepi dari para peziarah. Semenjak dikebumikan Agustus 2005 lalu, makam Guru Sekumpul selalu ramai. Ratusan peziarah silih berganti membaca surah Yasin di depan makam ulama kharismatik tersebut.
Pamor KH. Zaini Abdul Ghani memang luar biasa. Semasa hidup, pengajian rutin beliau selalu dipadati jamaah. Bukan hanya seputar Kalimantan, bahkan dari pulau jawa, bahkan Malaysia dan Brunei Darussalam. 
Mengingat banyaknya jamaah beliau yang tersebar di mana-mana, sampai kini makam Guru Ijai menjadi tempat tujuan wisata religius yang sangat diminati. Terlebih-lebih pada peringatan haul beliau setiap tahun selalu dilaksanakan ratusan ribu orang berjubel memadati Komplek Sekumpul. 
d.      Masjid Agung Al-Karomah Martapura
Masjid Al Karomah yang terletak di pusat kota Martapura. Posisi masjid ini sangat strategis, berdiri megah dekat jalan raya, berdampingan dengan Pasar Martapura, dan berada di tengah permukiman masyarakat. Setiap Hari ramai dikunjungi kaum Muslimin untuk Shalat 5 waktu ataupun keperluan ibadah lainnya.
Masjid ini didirikan pada tanggal 10 Muharram 1280 H atau 27 April 1863 M oleh Tuan Guru H. Muhammad  Apip atau dikenal dengan sebutan "Datu Landak". Ada empat tiang guru yang didirikan sendiri oleh beliau.
e.       Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan)
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai ulama yang telah berhasil melukis warna sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam di Kalimantan khususnya dan wilayah Nusantara umumnya.
Sebagai sebuah daerah religius, tak heran bila Kabupaten Banjar yang dengan ibukotanya di Martapura, Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Ulama yang hidup tahun 1122-1227 Hijriah atau 1710 - 1812 Masehi merupakan salah satu obyek wisata religius yang sering dikunjungi wisatawan baik dalam dan luar negeri khususnya yang beragama Islam, dan sangat termasyhur dengan kitab Sabilal Muhtadin karangan beliau. Judul Kitab yang kini diabadikan menjadi nama Mesjid terbesar di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kitab ini menjadi panduan bagi tak sedikit pengajian keagamaan di Asia Tenggara.
Ulama kelahiran Martapura, 13 Syafar 1122 Hijriah yang kenyang menggali ilmu keislaman di Makkah dan Madinah , pengaruhnya tak hanya tertanam pada masyarakat Kalimantan Selatan, akan tetapi juga sampai ke Pulau Jawa. Kedatangannya kembali dari menuntut ilmu selama lebih kurang 30 tahun di Makkah dan 5 tahun di Madinah disambut hangat masyarakat Batavia (sekarang Jakarta). Bahkan disana beliau sempat merubah kiblat beberapa mesjid karena menurut beliau tidak tepat. Konon dalam menunjukkan arah kiblat, kepada yang hadir beliau persilakan melihat dicelah-celah lobang tangan jubahnya saat beliau menunjuk arah yang benar, dari celah itu tampak jelas Baitullah, arah kiblat semua kaum Muslimin. Mesjid itu antara lain Mesjid Pakojan dan Mesjid Luar Batang Pasar Ikan Jakarta. Disamping mengajar, beliau juga membuka tanah perkebunan/pertanian di Kelampaian, tidak jauh dari desa Dalam Pagar.
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang banyak memasukkan pengaruh ajaran Islam terhadap tata pemerintahan Kerajaan Banjar. Wafat tanggal 6 Syawal 1227 H atau sekitar 1812 M. Sesuai permintaannya beliau dimakamkan di Desa Kelampaian Tengah kecamatan Astambul, sekitar 15 km dari Kota Martapura.
Hingga sekarang Makam Ulama besar yang telah banyak mengajarkan ilmu Tauhid kepada masyarakat Banjar. Makamnya selalu ramai dikunjungi kaum Muslimin yang berziarah kesana. Untuk sampai ke makam ini tak terlalu sulit , dengan angkutan umum hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Martapura. Makam itu dilengkapi pula dengan perpustakaan yang menyediakan buku-buku, baik buku karangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari maupun buku yang bercerita banyak tentang riwayat ulama besar ini
f.       Festival Bedug 1 Syawal. Festival Bedug merupakan even tahunan yang dilaksanakan pada setiap tahun pada akhir Ramadhan di malam 1 Syawal. Bertempat di halaman Mesjid Agung Al Karomah Martapura. Puluhan jenis bedug berukuran besar mengeluarkan bunyi bertalu-talu kala ditabuh para kontestan yang berlaga.
4.      Wisata budaya
a.       Rumah Batu, Pasayangan
Gaya eklektik dalam arsitektur digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha untuk menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru. Begitu pula dengan perkembangan di Kalimantan Selatan, dimana arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam arsitektur setempat. Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini. Intensitas kontak budaya ini merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 13.
b.      Rumah Tradisional Suku Banjar (Rumah Banjar) Model Palimbangan di Pesayangan
Palimbangan adalah salah satu rumah tradisonal suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Di zaman Kesultanan Banjar rumah Tipe ini digunakan sebagai hunian para tokoh agama (Islam) dan para Alim Ulamanya.
Rumah Palimbangan ini mempunyai perbedaan dengan tipe lainnya antara lain pada bentuk atap dan ornamen ukiran yang dipakai. Ruang paluarannya beratap pelana dengan hiasan layang-layang di puncak gunungannya. Atap sindang langit untuk surambi juga diteruskan ke samping sehingga membentuk jurai (jurai luar). Atap ini bertemu atap sindang langit pada anjungnya.
c.       Rumah Adat Banjar
Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi
Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi
Bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak adat banjar, bisa menengoknya di Teluk Selong, kurang lebih 3,2 kilometer dari kota Martapura. Terdapat dua buah rumah adat banjar yang legendaris. Rumah Adat Banjar Gajah Baliku dan Bubungan Tinggi. Rumah Adat ini dibangun oleh H.M. Arif dengan istrinya bernama Hj. Fatimah pada tahun 1811 M.
 
Rumah Adat Banjar Gajah Baliku
Meski sudah berusia 202 tahun, rumah tersebut masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah tersebut dapat anda lihat interior ukiran khas Banjar. Bahan bangunannya semua dari kayu ulin dengan konstruksi Rumah Ba-anjung atau Rumah Bumbungan Tinggi dengan konstruksi pokoknya yang terbagi menjadi beberapa bagian.
Pada awalnya bentuk bangunan rumah ini hanya digunakan untuk bangunan Istana atau Keraton, namun pada perkembangan selanjutnya banyak masyarakat Banjar yang mendirikan rumah dengan model yang sama.
d.      Eksotika Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung sungai Martapura sebuah Pasar Terapung tradisional, para pedagang di pasar ini menjual hasil kebun, pertanian dan beragam dagangan produksi rumah tangga mereka di atas jukung atau perahu tanpa mesin. Pasar terapung Lok Baintan berlokasi di desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Pasar Terapung Lok Baintan sudah berlangsung sejak abad 18 di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura. Rata-rata para pedagang berasal dari kampung sekitar diantaranya seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.
Untuk menuju pasar terapung Lok Baintan dari pusat kota bisa ditempuh dengan dua alternatif. Alternatif pertama menyusuri sungai Martapura dengan menggunakan klotok, sejenis sampan bermesin. Dengan klotok, perjalanan dari pusat kota menuju pasar terapung terbilang cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit. Alternatif kedua dengan menggunakan kendaraan darat seperti mobil dan motor. Namun alternatif kedua membutuhkan waktu lebih panjang yakni satu jam untuk mencapai pasar terapung. Hal itu disebabkan medan jalan yang cenderung berat dan berliku-liku.
Pasar Terapung Lok Baintan Merupakan satu-satunya pasar terapung yang masih alami di Indonesia bahkan Dunia, Pasar Terapung Lok Baintan terletak di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
5.      Wisata Kuliner
a.       Kue Bangkit
Kue Bangkit Merupakan kue dengan perpaduan rasa tradisional dengan sentuhan modern yang menyatu dalam sepotong kue bangkit yang renyah, kue ini bisa bertahan hingga 2 bulan.
b.      Wajik
Wajik adalah salah satu ragam kekayaan kuliner di Indonesia. Kue wajik memiliki beberapa sebutan yang berbeda-beda di setiap tempat. Nama wajik sendiri menjadi sebutan di Kabupaten Banjar. Wajik yang berasal dari ketan juga disebut dengan istilah ketan wajik. Selain memiliki sebutan yang berbeda-beda, Indonesia juga memiliki bermacam-macam jenis wajik. Wajik yang paling dikenal adalah wajik ketan yaitu wajik yang berasal dari beras ketan. Meskipun Kue ini dikenal luas di Indonesia, kue ini juga terkenal di negara tetangga, sehingga kue ini kadang juga diakui sebagai kue khas negara tetangga Indonesia.
Wajik yang biasa di kenal masyarakat luas adalah wajik yang berasal dari ketan atau wajik ketan. Wajik ketan terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian dimasak dengan campuran santan, dan gula hingga berminyak dan terasa lembut. Gula yang digunakan pada wajik jenis ini biasanya adalah gula merah. Gula merah yang digunakan akan membuat wajik menjadi berwarna coklat muda hingga coklat tua. Setelah wajik diangkat dari tempat pengolahan, wajik kemudian akan dibentuk atau diiris sesuai dengan keinginan pembuat. Bentuk yang biasa dibuat adalah bentuk belah ketupat atau jajar genjang.  Bentuk belah ketupat atau jajar genjang oleh orang Banjar biasa disebut bentuk wajik, oleh karena itu kue ini bernama wajik. Kue wajik biasanya juga berbau harum karena dalam pengolahannya menggunakan daun pandan.
Kue wajik memiliki cita rasa manis. Rasa manis tersebut sering pula di tambahkan dengan aroma lain seperti rasa pandan dan panili sedangkan rasa makanan ini ada yang memiliki rasa asli yaitu rasa gula merah dan rasa durian. Kue wajik memiliki tekstur seperti beras yang belum matang tetapi apabila dimakan akan terasa lunak dan mudah digigit.
c.       Kue Cucur
Kue Cucur atau Cucur adalah salah satu makanan tradisional Indonesia jadi dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, tetapi khusus di daerah Kabupaten Banjar  makanan ini termasuk makanan adat artinya pada upacara-upacara adat budaya Banjar, cucur wajib dihidangkan. Rasanya manis, gurih, empuk di tengah dan renyah di bagian pinggirnya. Cara membuat kue ini cukup di goreng.
Meskipun rasanya hanya manis dan berminyak tetapi kue cucur ini tetap disuka. Serat-serat yang terbentuk pada kue serta bagian pinggir yang kering renyah dan sedikit gosong memberi "renda" cantik pada kue ini. Sensasi legit dan aroma gula merah selalu membuat ketagihan.
d.      Petah
Kue petah disebut juga dengan petah Asia. Warnanya yang hijau selalu disajikan saat lebaran di Martapura, Kalimantan Selatan. Bahan untuk membuat kue ini mudah didapat, seperti tepung beras, air pandan dan daun suji, kapur sirih, serta garam.
Tidak lengkap rasanya jika dimakan tanpa disiram sausnya. Sausnya disebut 'tahi lala' atau santan kental. Untuk membuat kuahnya juga sangat mudah. Rebus santan kental bersama bersama garam hingga berminyak. Jika ingin disiram diatas kue petah yang matang baru taburi bubuk merica dan bawang goreng.
Kue talam khas Kalimantan Selatan ini, biasa dijumpai setiap hari bisa dibeli di pasar wadai atau pasar jajan pasar dan kue di Martapura. Rasanya yang gurih lembut sangat cocok buat sajian berbuka atau menjamu tamu.
e.       Wadai Cincin
Kue cincin, Mengapa dinamakan kue cincin mungkin karena dari bentuknya menyerupai cincin. Kue yang merupakan panganan khas banjar biasa disajikan hanya hari tertentu, biasanya setiap kali hajatan seperti kawinan dan hari Raya kue ini tersedia. Tapi saat ini tidak begitu gampangnya kita mendapatkan kue ini. Mungkin karena prosesnya yang sedikit memakan waktu, tidak ringkas seperti halnya kue lain.
Rasa kue ini sendiri layaknya seperti kue Jaman dulu lainnya, terasa sekali rasa tradisional mungkin ini karena pemakaian bahannya yang sangat sederhana dan sangat mudah didapatkan. Sekarang, kue cincin susah untuk diperoleh mungkin kalah populer dengan jenis kue atau cake populer sekarang ini.
f.       Soto Banjar
Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
Penjual soto Banjar menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping. Nasi sop adalah sebutan untuk soto Banjar yang dikuahkan ke sepiring nasi dan tidak berisi ketupat
g.      Pepare
Pepare merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, kue ini merupakan salah satu makanan atau jajanan khas Kalimantan yang didalamnya terdapat hinti (campuran parutan kelapa dan gula merah). Pepare selain terdapat hinti didalamnya dalam penyajiannya biasanya ditambahkan semacam saus atau santan kental diatasnya.
h.      Kelelepon
Terkenal dengan semboyan Pacah di ilat yang artinya pecah di lidah tanpa perlu di gigit. Kelelepon adalah salah satu makanan khas Banjar, khususnya kota Martapura, kab. Banjar kelelepon sudah menjadi ikon kota berjuluk serambi mekkah ini.
6.      Wisata Edukasi
a.       Wisata Edukasi TPA Cahaya Kencana
Wisata edukasi di Kecamatan Karang Intan, yaitu TPA Cahaya Kencana berlokasi di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, merupakan UPT dari Dinas Perumahan Permukiman, destinasi Wisata Edukasi ini bisa dikunjungi pada hari kerja, sangat bermanfaat bagi pendidikan sekolah, universitas, instansi pemerintah dan swasta.
Destinasi Wisata Edukasi ini dibuka sejak tahun 2012 dan terus mengalami perkembangan yang lebih maju. Bentuk dari kegiatan pengembangan kependidikan ini yaitu :
- kegiatan pemanfaatan energi alternatif GAS METAN,
- pembuatan kompos,
- studi konsep kegiatan keterampilan 3R, studi hayati (budidaya tanaman),
- studi proses akhir pengolahan sampah, studi lingkungan (penelitian air lindi, udara, vektor penyakit, dll).
7.      Wisata Buatan
a.       Danau Biru Tambak Padi
Danau Biru merupakan Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Banjar tepatnya di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Danau Biru merupakan danau tercipta akibat bekas galian tambang batu dan pasir putih, airnya yang jernih kebiruan dan hamparan pasir putih merupakan daya tarik yang membuat banyak orang berkunjung untuk berfoto danau ini setiap hari selalu di padati wisatawan lokal apalagi pada hari libur pengunjung mencapai ribuan silih berganti berdatangan baik secara rombongan maupun perorangan.
b.      Waterboom Pesona Modern
Water Boom Pesona Modern ini terletak di Jalan A Yani Km. 11, Kec. Kertak Hanyar Kab. Banjar Kalimantan Selatan. Tempat wisata air ini berlokasi di dalam kawasan perumahan Pesona Modern.
Fasilitas yang terdapat pada waterboom ini yaitu Pertama, permainan air. Mainan air yang ada di water boom ini bermacam-macam, ada Twister Boom (peluncur air berkelok dengan ketinggian ± 15m). Ada pula Slider Boom (peluncur lurus yang tingginya ± 5m) buat anak-anak yang belum berani main air di Twister Boom. Kedua, Flying fox. Permainan yang biasanya terdapat di arena outbound ini disediakan dengan panjang tali ± 50m, cocok buat yang berani adu nyali terbang ala burung. Keamanan menjadi faktor penting, karena itu disediakan pula pelengkap keamanan berupa tali pengaman yang umumnya ada untuk permainan yang cukup menegangkan ini. Terakhir, Live music. Daya tarik lain dari waterboom ini adalah dengan adanya live music dari band lokal yang bakal menghibur hari libur anda, terutama bagi para remaja yang suka music
c.       Lomba Jukung Tradisional (tanpa mesin). Lomba jukung tradisional merupakan even tetap tahunan yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka hari jadi Kabupaten Banjar. Bertempat di desa Sungai Rangas Martapura. Padahal awalnya even ini dilaksanakan di desa Pekauman, namun ada beberapa hal yang dipertimbangkan maka pelaksanaan even ini dipindah ke desa Sungai Rangas.
8.      Wisata adat
a.       Acara Milad Kesultanan Banjar
 
Sumber: http://kesultananbanjar.com/id/?p=1689 pada tanggal 8 Juni2016
Acara ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November yang bertempat di Mahligai Sultan Adam, Cahaya Bumi Selamat, dan Alun-Alun Ratu Zalecha.
Sejarah kesultanan Banjar yang langsung dikutip di halaman resmi http://kesultananbanjar.com/id/?p=1689 pada tanggal 28 April adalah tanggal yang bersejarah dalam lintasan waktu Kesultanan Banjar. Pada tanggal inilah atau tepatnya 28 April 1859, pasukan Pangeran Antasari atas izin Sultan Hidayatullah II memulai penyerbuan kepaada tambang batubara pertama milik Belanda di nusantara. Oranje Nassau tambang ini diberi nama, menjadi saksi atas dahsyatnya kemarahan rakyat Kesultanan Banjar yang sudah dinjak harga dirinya oleh penjajah Belanda.
Tanggal 28 April inilah titik awal dari pecahnya Perang Banjar yang terkenal itu. Perang Banjar yang dicatat dalam sejarah sebagai perang melawan penjajah terlama di nusantara (1859-1905). Selama 46 tahun pejuang Kesultanan Banjar bertempur mati-matian melawan colonial Belanda, dari pusat kota Banjarmasin sampai ke hulu sungai dan gunung-gunung pedalaman pulau Kalimantan. Meskipun pada tahun 1860 Kesultanan Banjar dihapuskan secara sepihak, tetapi dihati rakyat Banjar kesultanan tetaplah ada dan wajib hukumnya untuk tetap berjuang. Sikap ini yang melahirkan semboyan yang terkenal “Haram Manyarah, Waja Sampai Ka Puting”, haram hukumnya bagi rakyat Banjar menyerah dengan penjajah Belanda.
Dalam rangkaian peperangan pejuang dan pemimpin gugur silih berganti, tetapi pejuang tak pernah berhenti. Pangeran Antasari, Demang Lehman, Sultan Mat Seman, Ratu Zalecha dan masih banyak lagi pejuang Banjar yang meneteskan darahnya di bumi Sultan ini akan terus menerus membayangi tekad dan semangat kita untuk terus membangun negeri ini.
Kesultanan Banjar tidak pernah membubarkan diri! Wajib bagi juriat yang mampu untuk membangkitkan kembali kesultanan Banjar.
Hari tersebut dalam sejara Kesultanan Banjar telah tegak kembali, mari bergabung bersama, tegak kembali keormatan bangsa Banjar dimana saja berada!

B.       RENCANA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI MARTAPURA
Nama Wisata
Dirasakan
Dibayangkan
Dilakukan
1.    Wisata Alam
a.    Matang Kaladan




b.    Sungai Kembang Aranio






c.    Bukit Batas









d.   Air Terjun Panyar







e.    Pulau Pinus











f.     Waduk Riam Kanan




g.    Prasasti Gunung Pamaton





h.    Air Terjun Lembah Kahung

Pemandangan yang masih alami ditambah suasana yang jauh dari perkotaan dan permukiman.
Pemandangan yang begitu Indah, banyak pohon pinus berjejer membentuk barisan teratur diselingi oleh gemuruh arus yang deras melewati bebatuan.
Pemandangan yang tak terkirakan karena pada saat di puncak anda dapat melihat pulau kecil dan gugusan gunung yang dapat dikatakan orang “Raja Ampat nya Borneo”.
Pemandangan air bersih yang mengalir dari bebatuan alam disertai keindahan flora dan fauna mempercantik panorama indahnya air terjun ini.
Panorama indahnya pohon pinus yang terlihat dari kejauhan saat menusuri waduk Riam Kanan dan sesampainya di pulau tersebut mita di sambut sejuknya pepohonan pinus yang menjulang tinggi.
Panorama danau, lembah dan bukit disekitarnya yang membuat indah dan hijau di Pegunungan Meratus.
Untuk menuju lokasi ini tidak terlalu sulit, dan medan yang dilalui relatif mudah dijangkau.

Pemandangan asli sebuah alam tropis nan indah dengan aneka flora dan fauna memberikan kedamaian tersendiri setiap orang yang mengunjunginya.

Pembangunan pos untuk menghindari pengunjung yang sesat.


Perbaikan tempat budi daya ikan sungai seperti ikan Nila dan ikan Mas untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.


Penambahan angkutan air seperti kelotok agar memudahakan pengujung untuk mencapai lokasi tersebut tanpa mengantri dan penyediaan tempat makan.
Pembuatan lesehan di pinggir air terjun agar pengunjung dapat beristirahat dan menikmati pemandangan tanpa harus  terjun di air terjun tersebut.

Pembuatan taman di pinggir waduk agar kelihatan asri dan pengunjung dapat beristirahat sesampainya di pulau pinus.





Pembuatan pos keamanan agar pengunjung tidak menyalahgunakan peralatan PLTA.

Pembuatan pos keamanan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Mempermudah akses transportasi wisata ini.

Pengelolaan yang lebih baik lagi agar kelestarian alamnya  tetap terjaga.


Pengawasan dari pemerintah dan masyarakat setempat agar wisata ini lebih dikenal orang banyak serta dikelola lebih baik.

Pengelolaan wisata ini perlu adanya agar tetap lestarinya pemandangan “Raja Ampat nya Borneo” dan pembangunan pos keamanan untuk menghindari pengunjung yang tersesat
Pengelolaan dan pengawasan dari pemerintah dan masyarakat setempat agar wisata ini lebih terjaga kelestariannya.

Pengelolaan yang lebih baik lagi agar kelestarian waduk dan pohon pinus tetap terjaga.







Pengawasan terhadap tata air dan PLTA agar stabilnya perairan di wilayah Kalimantan Selatan.
Pengelolaan dan pengawasan dari pemerintah dan masyarakat agar terciptanya rasa aman oleh pengujung.
Pengelolaan terhadap hutan tropis ini dan pohon-pohon besar serta kelestarian air terjun.
2.    Wisata Belanja
a.    Pertokoan Cahaya Bumi Selamat

Tugu taman dengan simbol-simbol ayat-ayat Al-Qur’an yang mencirikan masyarakat Kabupaten Banjar yang religious sehingga membuat lokasi ini tampak ekslusif. Bersih, Indah, Tertib,  Aman, dan Nyaman (Berintan).

Adanya sarana dan prasarana yang memadai seperti penyediaan ATM untuk mempermudah pengunjung untuk membeli souvenir tanpa mengeluarkan uang banyak dan sarana-sarana yang pendukung lain

Selain menampilkan wisata belanjanya, perlu dikembangkan lagi agar terrealisasinya sapta pesona Martapura, seperti kenangan. Contohnya perlu diadakannya pentas seni atau hal yang berbudaya Banjar agar para pengunjung menikmati selain wisata belanja juga wisata budaya.
3.    Wisata Religius
a.    Makam Syekh Muhammad Afif (Datu Landak)


b. K. H. M. Djaouly Seman




c.  Makam Sultan Adam Al-Watsiq Billah



d. Makam KH. Zaini Abdul Ghani



e.  Masjid Agung Al-Karomah Martapura





f.  Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan)


g. Festival Bedug 1 Syawal

Nuansa religinya masih terasa dima makan ini disampingnya dibuat dinding dengan kain kuning.
Ornamen makam beliau sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.
Ornamen makam beliau sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.
Ornamen makam beliau sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.
Masjid ini berdiri megah dan letaknya strategis yang berada tepat didekat jalan raya dan berdampingan dengan Pasar Martapura.
Ornamen makam beliau sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.

Nuansa islaminya sangat terasa, dimana takbir dikumandangkan disertai pukulan begud nan indah.


Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah tidak susah mencarinya.

Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas tersebut.
Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas tersebut.
Perluasan lahan parkir agar pada saat acara besar atau acara setiap harinya tidak menggangu lalu lintas di jalan.
Perlu ditertibkannya pengemis yang berada di sekitaran masjid dan pembersihan taman.



Perlu ditertibkannya pengemis yang berada disekitar makam beliau agar tidak menggangu kekhuysukan berziarah.
Dalam festival ini diharapkan lebih luas lagi tingkatannya agar acaranya lebih besar dan dapat meningkatkan pariwisata Kabupaten Banjar.

Pengawasan dari orang yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dari orang yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dari orang yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dan pengamanan pada makam ini agar tetap terjaganya kebersihan.

Pengawasan dan pengamanan pada masjid ini agar tetap terjaganya kebersihan.



Pengawasan dan pengamanan pada makam ini agar terhindarnya hal-halnya tidak diinginkan.

Perlu adanya promosi festival keseluruh Indonesia melalui DISBUDPARPORA Kabupaten dan Provinsi.
4.        Wisata Budaya
a.    Rumah Batu, Pasayangan












b.    Rumah Tradisional Suku Banjar (Model Palimbangan di Pesayangan




c.    Rumah Adat Banjar








d.   Eksotika Pasar Terapung Lok Baintan

Arsitektur rumah ini sangat menjaga nilai budaya Banjar walaupun adanya keinginan atau upaya menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru. Sehingga pada saat mamandangnya sangatlah indah.
Rumah Palimbangan ini mempunyai perbedaan tipe lainnya pada bentuk dan ornament ukuran yang dipakai, namun nuansa budaya Banjarnya masih ada.

Meski rumah ini berusia 202 tahun, namun masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah tersebut dapat dilihati interior ukiran khas Banjar.


Saat menyusuri sungai Martapura disuguhkan pemandangan indah seperti sungai yang luas, masih terjaganya pepohonan di pinggir sungai, namun dibalik itu ada juga pemandangan yang kurang mengenakan karena masih adanya deretan kakus di pinggir sungai.

Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli budaya Banjar.








Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli budaya Banjar.




Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli budaya Banjar.




Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati eksotika Pasar Terapung Lok Baintan.



Pengawasan dan pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya tersebut.




Pengawasan dan pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya tersebut.
Pengawasan dan pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya tersebut.
Pengawasan dan pengelolaan pasar terapung ini agar tidak dihilang keberadaannya serta perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya tersebut.

5.    Wisata Kuliner
a.    Kue Bangkit







b.    Wajik








c.    Kue Cucur









d.   Petah







e.    Wadai Cincin











f.     Soto Banjar





g.    Pepare







h.    Kelelepon




Tekstur kue yang renyah membuat para penikmatnya ketagihan.




Memiliki cita rasa manis, mempunyai aroma seperti pandan, vanilli, gula merah, durian, dan tekstur yang terasa lunak dan mudah digigit.

Rasanya yang manis, gurih, empuk di tengah dan renyah di bagian pinggirnya.





Kuah yang berasal dari santan membuat makanan ini sangat gurih.




Rasa kue ini seperti kue zaman dulu lainnya, terasa sekali rasa tradisional kungkin karena bahannya.






Mempunyai aroma harum rempah-rempah dan rasanya yang enak sekali jika ditambah perasan limau kuit.
Kue ini mempunyai tekstur yang lunak, rasanya enak dan gurih jika memakaanya bersamaan dengan hinti (parutan kelapa dan gula merah).
Terkenal dengan semboyan pacah di ilat yang artinya pecah di lidah tanpa perlu digigit kelelepon seningga mempunyai tekstur lunak sama seperti Pepare, namun perbedaannya terletak isi kelelepon yang hanya gula merah dan parutan kelapanya terletak di luar.

Produksi yang lebih banyak lagi dan dibuat kemasan semenarik mungkin agar orang lebih berminat untuk membeli jajanan lokal ini.
Pemberian merek atau lisensi yang berasal asli dari Martapura.





Pembuatan kue ini perlu lebih dikembangkan lagi dalam bentuk yang lain, seperti dibuat berbagai macam bentuk agar lebih menarik lagi tanpa menghilangkan nilai yang lama.
Produksi yang lebih banyak lagi dan dibuat dalam bentuk semenarik mungkin agar orang lebih berminat untuk membeli jajanan lokal ini.
Perlu adanya produsen yang siap mengembangkan usaha pembuatan kue ini lagi, agar kue ini tidak di makan oleh waktu.





Perlu pengembangan usaha dari masyarakat agar keberadaan Soto Banjar ini tetap ada.

Perlu adanya produsen yang siap mengembangkan usaha pembuatan kue ini lagi, agar kue ini tidak di makan oleh waktu.

Walaupun kelelepon ini sekarang sudah banyak produsen yang telah mengembangkan usahanya, namun perlu ditegaskan dalam pembuatan kue ini tetap dengan cita rasa yang dulu tanpa mengubah bentuk dan cita rasanya.

Perlu pemasaran yang baik agar kedepannya kue ini dapat dikenal orang banyak.



Perlu adanya pelestarian makanan tradisional, karena makanan ini salah satu ragam kekayaan kuliner di Indonesia dan terkenal di negara tetangga.

Kue ini merupakan makanan adat artinya pada upacara-upacara adat budaya Banjar, wajib dihidangkan.




Kue yang satu ini, disajikan saat lebaran selain ketupat dan lauk pauk.



Pelestarian terhadap kue-kue tradisional, karena dulunya kue ini hadir hampir setiap hari sebab cocok sekali seteri jajanan pasar. Mungkin zaman sekarang ada yang jual karena proses pembuatannya yang memakan waktu.
Perlu pembagian cabang di beberapa titik di Indonesia, agar masakan khas Banjar juga dikenal orang banyak.
Kue yang satu ini, disajikan saat upacara-upacara adat budaya Banjar, wajib dihidangkan.



Makanan yang sudah menjadi ikon kota Martapura perlu dijaga kelestariannya.






6.    Wisata Edukasi
a.    TPA Cahaya Kencana

Wisata ini dimanfaatkan untuk mengekslporasi ilmu tentang alam dan pemandangan yang  indah juga seperti tempat budidaya tanaman.

Dalam pengembangan kependidikan ini perlu sarana dan prasarana seperti tempat berteduh untuk belajar agar lebih memudahkan anak-anak yang sedang langsung belajar dengan alam.

Pengawasan dan keamanan oleh pihak terkait agar tidak ada penyalahgunaan alat-alat atau barang-barang dari TPA Cahaya Kencana.
7.        Wisata Buatan
a.    Danau Biru Tambak Padi










b.    Waterboom Pesona Modern










c.    Lomba Jukung Tradisional (tanpa mesin)

Danau ini mempersembahkan pasir putih, yairnya yang jernih kebiruan dan hamparan pasir putih yang merupakan daya tarik pengunjung.




Pemandangan wisata buatan ini tidak kalah menariknya pada wisata lainnya, karena wisata ini didukung beberapa fasilitas mendukung yang membuatnya mata tercengang oleh air yang jatuh  dengan kapasitas yang besar.
Lomba yang diadakan di sungai Martapura membuat mata para penonton terkesima terhadap indahnya aliran sungai yang mengalir ditambah jukung-jukung tradisional yang hilir mudik sehingga mempercantik indahnya sungai Martapura.

Penyediaan sarana dan prasarana penujang unuk wisata ini agar pengunjung dapat menikmati tanpa harus terkena terik mata hari langsung maupun kehujanan serta penyediaan wc.


Pembangunan tempat makan atau rumah makan agar pengunjung tidak perlu membawa makanannya ke tempat wisata satu ini dan ditambah sarana dan prasarana pendukung lainnya agar pengunjung lebih tertarik lagi.
Pelestarian acara lomba ini disertai pembuatan sarana dan prasarana pendukung lainnya serta perlunya promosi lomba ini ke luar agar banyak diminati berbagai kalangan.

Pengawasan pemerintah untuk meninjau ulang apakah masih baik tempat wisata yang bekasnya galian tambang batu bara, karena takutnya airnya kotor akibat terkontaminasi oleh kegiatan tambang tersebut.
Pengawasan terhadap anak lebih diperketat lagi agar terhindar kecelakaan kecil dan disertai aparat keamanan yang berjaga.





Pelestarian even ini agar kedepannya dapat menarik wisatawan luar untuk berkunjung.
8.    Wisata Adat
a.    Acara Milad Kesultanan Banjar

Acara ini sangat menghibur juga untuk melestarikan budaya Banjar.

Perlu adanya destinasi religious untuk memperingati Kesultanan Banjar, karena para pejuang dahululah yang mengorbankan jiwanya untuk tanah serambi Mekkah ini.

Pengawasan dan pengamanan pada saat acara berlangsung.



DAFTAR PUSTAKA
 http://kesultananbanjar.com/id/?p=1689 pada tanggal 8 Juni2016, diakses pada Rabu, 8 Juni 2016
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/ diakses pada Rabu, 8 Juni 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP-KONSEP GEOGRAFI

Konsep-Konsep Geografi Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, jarak, morfologi, k...