A. DESKRIPSI
KAWASAN WISATA MARTAPURA
Martapura merupakan sebuah kecamatan
sekaligus ibukota Kabupaten Banjar. Daerah ini terdapat aliran sungai yang
bernama sungai Martapura tepatnya daerah asal penulis di Pekauman, kecamatan Martapura
Timur, Kabupaten Banjar yang berjarak 40 km di sebelah timur Banjarmasin. Kota
ini mempunyai beberapa julukan seperti kota Intan yang terkenal sumber daya
alam nonhayatinya yaitu intan, pusat transaksi penjualan intan dan tempat
penggosokan intan utama di Kalimantan serta penyedia cinderamata batu mulia
yang terdapat di kawasan pertokoan Cahaya Bumi selamat. Selain itu, juga terdapat
julukan kota Santri karena terdapat puluhan pesantren, salah satunya Pondok
Pesantren Darussalam.
Salah satu desa yang terdapat di
Martapura adalah desa Pekauman yang merupakan asal tempat tinggal penulis.
Letak Pekauman berada diantara desa Pekauman Ulu, Kampung Melayu, dan Pekauman
Dalam. Kawasan wisata yang terdapat pada desa ini adalah
1. Wisata
Alam
a. Sungai
Pekauman, Martapura
Sungai yang terletak
diantara arus hulu dan hilir. Arus hulu yang dimuarai dari daerah Hulu Sungai,
sedangkan arus hilir yang dimuarai sungai Martapura yang selanjutnya sungai
Barito. Seperti biasanya sungai ini hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk MCK
dan keperluan lainnya. Dan jika dilihat sungai ini hanyalah pemandangan biasa
yang airnya keruh karena disebabkan bekas tambang dari hulu, ditambah bekas
limbah rumah tungga yang dibuang sembarangan oleh warga sekitar sehingga
membuat pemandangan yang kurang baik. Namun, dibalik pemandangan tersebut
tersimpan nilai wisata yaitu saat tibanya musim penghujan yang menyebabkan air
dari hulu pasang dan menggenangi sebagian wilayah Pekauman, dan alhasil yang
dulunya air sungai yang dipandang kurang menarik sekarang berbanding terbalik,
karena tempat ini banyak dikunjungi berbagai kalangan untuk menikmati mandi
gratis dan beberapa ada orang yang memberi nama “Waterboom nya Pekauman”.
Sehingga dibalik bencana banjir yang melanda, terdapat keuntungan yaitu tempat
ini dapat dikatakan wisata karena banyak pengujung yang berasal dari luar.
2. Wisata
Religius
a. Makam
Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas
Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan)
Makam
Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas
Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan) yang terletak Didaerah
Pekauman Martapura Kal – Sel.
Nama Wisata
|
Rasakan
|
Bayangkan
|
Lakukan
|
1. Wisata
Alam
a. Sungai
Pekauman, Martapura
|
Pemandangan sungai ini agak kurang
bersih karena masih adanya sampah yang dibuang sembarang dan warna air yang
keruh
|
Perlu adanya pembuatan taman di
pinggir sungai agar warga tidak lagi melakukan MCK nya di sungai karena dapat
memperburuk ekosistem di air.
|
Pengawasan, penertiban, dan
pemeliharaan sungai ini oleh pemerintah dan kesadaran masyarakat di pinggir
sungai.
|
2. Wisata
Religius
a. Makam
Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Baiti Assegaf dan sang istri bernama Hj Irmas
Binti H Isam Bin HM Yusuf Bin Khalifah Hasanuddin Bin Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan)
|
Ornamen makam beliau sangat indah
dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.
|
Pembangunan sarana dan prasarana yang
memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas tersebut.
|
Pengawasan dari orang yang dekat dari
keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
|
Martapura yang kaya sumber daya
alamnya memberikan berkah tersendiri bagi masyarakatnya dalam hal wisata.
Banyak lokasi yang dijadikan objek wisata, baik berupa wisata alam, wisata
buatan, wisata religious, wisata sejarah/wisata budaya, dan wisata
adat. Untuk lebih jelas lagi berikut penjelasannya untuk kawasan wisata di
Kabupaten Banjar:
1. Wisata
alam
a. Matang
Kaladan
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-392-panorama-puncak-matang-keladan.html
selasa, 26 Januari 2016, diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Bukit Matang Kaladan terletak di
Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan
Selatan. bukit ini berada di area dermaga bendungan Riam Kanan yang berjarak
sekitar 1,5 Jam dari Bandar Udara Syamsuddin Noor, Tidak
sulit untuk menemukan jalur untuk naik ke bukit Matang Keladan ini. Puncaknya
bahkan terlihat dari area parkir kendaraan. Tinggal bertanya dengan tukang
parkir atau masyarakat sekitar, mereka pasti akan menunjukkan arahnya menuju
Bukit Matang Keladan.
b. Sungai
Kembang Aranio
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-321-sungai-kembang-aranio.html
Rabu, 7 Januari 2015, pada tanggal 8 Juni 2016
Sungai
Kembang terletak 64 KM dari Banjarmasin Ibukota Kalimantan Selatan tepatnya di
Desa Tambela Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.
Dengan
Pemandangan yang begitu Indah, banyak pohon pinus berjejer membentuk barisan
teratur. Di sini anda akan disajikan panorama alam yang sangat indah sekali
diselingi oleh gemuruh arus yang deras melewati bebatuan.
Selain
sebagai tempat rekreasi, sungai kembang uga merupakan tempat budi daya ikan
sungai seperti ikan Nila dan ikan Mas yang terletak di belakang riam tambela
ini.
c. Bukit
Batas
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-319-panorama-bukit-batas.html
Senin, 05 Januari 2015 diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Obyek wisata di Bukit Batas Desa
Tiwingan Baru Kecamatan Aranio, lokasi ditempuh dengan menaiki perahu mesin
(Klotok) 30 menit dari Dermaga/Pelabuhan Aranio sampai di Kaki Bukit Batas,
Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Kaki Bukit Batas sampai ke
Puncak Bukit Batas 60 menit (PP 120 menit).
d. Air
Terjun Panyar
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-317-air-terjun-panayar.html
Minggu, 21 Desember 2014, diakses pada tanggal 8 Juni 2016
Air Terjun Panayar Desa Artain
Kecamatan Aranio dari Kota Martapura berjarak lebih kurang 30 KM. Jika ditempuh
dengan kendaraan roda dua atau empat sekitar 30 menit. setelah itu dilanjutkan
dengan memakai transportasi air perahu mesin atau kelotok kira-kira dua jam.
Tiba di Desa Artain perjalanan
dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan waktu empat
jam. Perjalanan anda yang cukup melelahkan akan segera hilang seiring jatuhnya
gemuruh air yang dimuntahkan dari ketinggian 12 meter. bentuknya laksana ipas
terkembang, mengalir bening dan dingin diantara bebatuan alam disertai
keindahan flora dan fauna.
e. Pulau
Pinus
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-254-pulau-pinus-2.htmlSenin, 3
Februari 2014
Pulau
Pinus merupakan salah satu Destinasi Wisata Kabupaten Banjar yang terletak di
Waduk Riam Kanan, tepat ditengah waduk tersebut terdapat dua pualu yang ditumbuhi hutan pinus. Pohon pinus bisa tumbuh
hingga mencapai 25 hingga 45 m dengan ketebalan batang sekitar 1 meter. Oleh
karena itu, kedua pulau ini disebut dengan Pulau Pinus.
Seperti telah disebutkan diatas, kawasan Wisata Pulau Pinus
ini adalah tujuan utama dimana penyewa klotok mengantarkan pengunjung yang
ingin berwisata di Danau Riam Kanan.
f. Waduk
atau Riam Kanan
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-185-waduk--danau-riam-kanan.html
Selasa, 9 April 2013
Danau Riam Kanan merupakan bagian dari
Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio.
Berupa Waduk / Danau seluas lebih
kurang 8.000 Ha dengan fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air
satu-satunya di Propinsi Kalimantan Selatan.
Berperan penting sebagai pengatur tata
air, mencegah erosi dan banjir, sebagai objek wisata alam, danau/waduk ini
memiliki bentang alam yang menarik dengan panorama danau, lembah dan bukit
disekelilingnya serta untuk kegiatan olahraga air.Pegunungan Meratus yang indah
dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan.
g. Prasasti
Gunung Pamaton
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-177-prasasti-gunung-pamaton.html
Selasa, 9 April 2013
Bagi para pecinta wisata alam bebas,
kawasan Gunung Pamaton di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar
dapat menjadi alternatif pilihan. Apalagiuntuk mencapai lokasi ini tidak
terlalu sulit. Medannya relatif mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda
empat maupun roda dua. Dari Kota Martapura hanya memakan waktu satu jam.
Selama ini kawasan Gunung Pematon sering
dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa mistik. Konon menurut mitos, disana
merupakan tempat bersemayamnya para tokoh kerajaan banjar seperti Pangeran Suryanata
dalam wujud makhluk gaib.
Kini kawasan tersebut dijadikan sebagai
objek wisata. Untuk itu, Raja Muda H. Khairul Saleh membangun sebuah prasasti
yang diresmikan pada tanggal 7 Desember 2011 lalu.
h. Air
Terjun Lembah Kahung
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-164-petualangan-air-terjun-lembah-kahung.html
Kamis, 4 April 2013
Dilokasi
ini akan kita lihat pemandangan asli sebuah alam tropis nan indah dengan aneka
flora dan fauna yang menghuninya. Menyususri jalan setapak ditengah hutan yang
teduh memberikan kedamaian tersendiri dalam diri setiap orang yang melaluinya.
Air yang meluncur deras dari air terjun setinggi 25 meter dan lebar 8 meter adalah pemandangan indah di puncak
petualangan itu. Perjalanan diawali dengan menggunakan kendaraan umum menuju
Waduk Riam Kanan, bendungan terbesar di Kalimantan Selatan yang memakan
waktu sekitar 40 menit dari Martapura. Perjalanan Kemudian akan dilanjutkan
dengan menggunakan perahu (Kelotok), 2 jam perjalanan membelah air
waduk takkan terasa, sebab selama perjalanan itu mata kita akan dimanjakan
dengan deretan pegunungan Meratus nan indah biru menjulang beratapkan awan
putih bersih dengan pulau-pulau kecil ditengah waduk/danau Riam Kanan.
Perjalanan
dengan kelotok ini akan berakhir di Desa Belangian, desa dimana petualangan
baru akan dimulai, perjalanan panjang berikutnya hanya bisa dilalui dengan
berjalan kaki. Sebelum sampai kelokasi air terjun , ada empat tempat
peristirahatan yang disebut Selter. Selter pertama akan ditemui sekitar 40
menit berjalan kaki dari desa Belangian, sedang Selter kedua dan ketiga
akan kita temui sekitar 2 jam dari selter pertama yang sering juga disebut
dengan istilah selter kembar karena posisi bangunannya berdampingan. Perjalanan
penuh tantangan namun mengasikkan akan kita dapatkan ketika berangkat dari
Selter kedua dan ketiga menuju selter keempat. Berjalan kaki menyusuri
padang ilalang yang luas berpagar pegunungan yang hijau. Sinar mentari pagi
setia menemani menyaksikan pemandangan menakjubkan di sekitar.
Memasuki
lembah gunung Kahung yang berciri khas hutan tropis dengan pohon-pohon besar
yang menjulang tinggi. Petualangan mendebarkan adalah ketika kita harus meniti
jurang-jurang terjal dan batuan besar menyeberang anak sungai yang berair sejuk
lagi jernih. Untuk mencapai air terjun Gunung Kahung yang merupakan puncak
perjalanan ini kita harus menyusuri hutan dari Selter kedua dan ketiga selama 3
jam perjalanan menuju selter kempat, kemudian dari selter keempat masih kita
tempuh 1 jam perjalanan untuk mencapai posisi air terjun. Walaupun
perjalanan ini penuh tantangan dan melelahkan namun ketika sudah berada dekat
air terjun yang terasa sejuk dan pemandangan yang indah menakjubkan yang
membuat kita terkesima dan teringat pada sang pencipta, maka perasaan lelah itu
hilang seketika.
2. Wisata
Belanja
a. Pertokoan
Cahaya Bumi Selamat
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-157-central-permata-cahaya-bumi-selamat-martapura.html
Senin, 21 Januari 2013
Martapura selain dikenal sebagai
Kota Serambi Mekkah, juga dikenal sebagai Kota Intan (Diamond City) dengan
berbagai jenis permata dan beragam produk kerajinan daerah yang tersedia di
sentral permata Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS).
Martapura Kota Intan (Diamond
City) dengan Pertokoan CBS yang terletak di jantung Kota Martapura
merupakan icon nya Kalimantan Selatan. Pertokoan CBS sebagai pusat penjualan
berbagai jenis batu permata / batu mulia dan beragam produk unggulan
yang menawan. Batu permata yang ditawarkan dengan berbagai tingkatan harga,
dari harga puluhan ribu hingga milyaran rupiah. Setiap hari tidak pernah sepi
dari wisatawan baik dalam maupun luar negeri atau manca negara untuk
melihat maupun membeli batu permata.
Batu permata ini diolah menjadi
berbagai bentuk seperti gelang, liontin, cincin, bros, anting dan lain-lain.
Pengolahan batu-batu permata ini banyak dilakukan oleh para
pengrajin permata yang ada di Martapura.
Di kota Martapura juga terdapat
tempat penggosokan intan modern yaitu Penggosokan Permata Milik koperasi Bank
Indonesia dan Lembaga Pengembangan Sertifikasi Batu Mulia milik Pemerintah
Kabupaten Banjar.
Pertokoan permata tersebut berada
satu lokasi dengan Taman CBS Martapura dan berdampingan dengan Ruang
Terbuka Hijau (RTH) / Alun-alun Ratu Zalecha Martapura
persisnya, didepan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banjar yang sangat
dekat dengan jalan raya, bangunannya yang tertata rapi, pilar / tugu taman
dengan simbol-simbol ayat-ayat Al Qur’an yang mencirikan masyarakat
Kabupaten Banjar yang religius sehingga membuat lokasi ini tampak eksklusif.
Bersih, indah, tertib, aman dan nyaman (Berintan).
Selain menjual berbagai jenis batu
permata, juga terpampang pernak-pernik khas Kalimantan, seperti mandau, air
guci, orang-orangan dayak dan perahunya yang terbuat dari getah kayu dan
souvenir lainnya.
Bagi Anda yang berwisata ke
Kalimantan Selatan belum lengkap jika Anda belum mengunjungi Central Permata
CBS Martapura. Silakan Anda membeli permata atau souvenir lainnya atau sekedar
melihat-lihat proses penggosokan intan tradisional dan modern maupun untuk
menguji keaslian batu permata di Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batu
Mulia (LPSB) Martapura yang satu-satunya ada di Indonesia.
3. Wisata
religius
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-393-makam-syekh-muhammad-afif-datu-landak.html
Selasa, 26 Januari 2016
Datu
Landak yang nama asli beliau adalah Syekh Muhammad Afif lahir di Desa Dalam
Pagar Martapura Kabupaten Banjar Kalsel, silsilah beliau adalah Syeikh Muhammad
Afif bin Anang Mahmud bin Jamaluddin bin Kyai Dipasunda bin Pardi (Pangeran
Dipanegoro), sedari kecil beliau diasuh oleh orang tuanya yang berlimpahan
dengan ilmu ilmu agama hingga beliau terkenal karena kealimannya dan
ketaatannya dalam menjalankan ibadah sesuai agama beliau karena itu ALLAH
banyak memberikan beliau karamah dan kesaktian,dalam satu riwayat diberi gelar
Datu Landak adalah karena pada waktu berzikir seluruh badan beliau juga ikut
berzikir dan segenap bulu bulu dibadan beliau memancarkan cahaya hingga tegak
seperti bulu binatang landak.
Begitulah
sekelumit perjalanan seorang Wali Allah, makam beliau terletak disekitar makam
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Desa Kalampaian Tengah Kecamatan Astambul.
a. K.H.
M. Djazouly Seman
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-328-kh-m-djazouly-seman.html
Senin, 19 Januari 2015
KH.
M. Djazouly Seman yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Anang, adalah
merupakan ulama kharismatik di Kalimantan Selatan dan menjadi panutan para Tuan
Guru di daerahnya. Ulama yang lahir di Martapura pada tanggal 8 Desember 1936
lalu ini merupakan putera Tuan Guru KH. Seman Kadir dan cucu keturunan ke 5
ulama besar Kalimantan KH. Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, pengarang kitab
Sabillal Muhtadin.
Ada
yang menarik pada diri Abah Anang, tanda tanda kemampuan beliau dibidang agama,
telah ditunjukannya sejak usia sangat dini. Ketika beliau sedang dalam pangkuan
ibunda tercintanya yang sedang menyusui beliau, ketika itu baru berusia 2
tahunan, dimana disampingnya terdapat kakak beliau sedang mengaji. Tiba tiba
beliau berucap membenarkan bacaan Alqur'an yang sedang dibaca oleh kakandanya.
Beliau
juga turut membina sebagai ketua dewan ulama di Pondok Pesantren Modern
Al-Istiqlal, disamping itu juga terdapat ulama kota Banjarmasin yang sangat
dikenal yaitu KH. Husin Nafarin,MA, Lc, yang juga sebagai Imam Besar Mesjid
Jami Banjarmasin.
Ia
meninggal pada hari Jumaat, 14 Oktober 2011 di RSUD Ulin, Banjarmasin pada
pukul 10.15 WITA. Ia dimakamkan di dekat rumahnya di Martapura pada pukul 16.10
WITA diringi puluhan ribu orang.
b. Makam
Sultan Adam Al-Watsiq Billah
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-175--makam-sultan-adam-alwatsiq-billah--.html
Selasa, 9 April 2013
Makam Sultan Adam
Al-Watsiq Billah terletak
di Kelurahan Jawa Martapura, kira-kira 1 kilometer dari pusat kota. Setiap hari
ramai diziarahi orang.
Sultan
Adam Al-Watsiqubillah bin Sultan Sulaiman Ramatullah bin Sultan Tahmidillah II
dilahirkan di Bumi Karang Anyar Karang Intan Kabupaten Banjar pada tahun 1786
Masehi. Beliau memerintah kerajaan Banjar selama 32 tahun. Pada masa itu beliau
mengeluarkan Undang-undang Sultan Adam yang berisi 38 Pasal yang mengatur
tentang pemerintahan, kemasyarakatan, pertanian dan pertanahan serta masalah
keagamaan.
Sepanjang
hidupnya, Sultan Adam senantiasa mempertahankan semangat juang, memegang teguh
aqidah islam, memperkokoh ukhuwah dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera
dan religius hingga beliau wafat pada 8 November 1857 Masehi.
c. Makam
Guru Sekumpul
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-174-makam-guru-sekumpul.html
Senin, 8 April 2013
Makam KH. Zaini Abdul Ghani atau Guru
Ijai di dekat Mushalla Ar-Raudah, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura Kota,
tak pernah sepi dari para peziarah. Semenjak dikebumikan Agustus 2005 lalu,
makam Guru Sekumpul selalu ramai. Ratusan peziarah silih berganti membaca surah
Yasin di depan makam ulama kharismatik tersebut.
Pamor KH. Zaini Abdul Ghani memang luar
biasa. Semasa hidup, pengajian rutin beliau selalu dipadati jamaah. Bukan hanya
seputar Kalimantan, bahkan dari pulau jawa, bahkan Malaysia dan Brunei
Darussalam.
Mengingat banyaknya jamaah beliau yang
tersebar di mana-mana, sampai kini makam Guru Ijai menjadi tempat tujuan wisata
religius yang sangat diminati. Terlebih-lebih pada peringatan haul beliau setiap
tahun selalu dilaksanakan ratusan ribu orang berjubel memadati Komplek
Sekumpul.
d. Masjid
Agung Al-Karomah Martapura
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-173-mesjid-agung-alkaromah-martapura.html
Senin, 8 April 2013
Masjid
Al Karomah yang terletak di pusat kota Martapura. Posisi masjid ini sangat
strategis, berdiri megah dekat jalan raya, berdampingan dengan Pasar Martapura,
dan berada di tengah permukiman masyarakat. Setiap Hari ramai dikunjungi kaum
Muslimin untuk Shalat 5 waktu ataupun keperluan ibadah lainnya.
Masjid
ini didirikan pada tanggal 10 Muharram 1280 H atau 27 April 1863 M oleh Tuan
Guru H. Muhammad Apip atau dikenal dengan sebutan "Datu
Landak". Ada empat tiang guru yang didirikan sendiri oleh beliau.
e. Makam
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan)
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-165-syech-muhammad-arsyad-al-banjari--datu-kalampayan-.html
Kamis, 4 April 2013
Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai ulama yang telah berhasil melukis
warna sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam di Kalimantan khususnya dan
wilayah Nusantara umumnya.
Sebagai
sebuah daerah religius, tak heran bila Kabupaten Banjar
yang dengan ibukotanya di Martapura, Makam Syekh Muhammad Arsyad
Al Banjari. Ulama yang hidup tahun 1122-1227 Hijriah atau 1710 - 1812 Masehi
merupakan salah satu obyek wisata religius yang sering dikunjungi
wisatawan baik dalam dan luar negeri khususnya yang beragama Islam, dan
sangat termasyhur dengan kitab Sabilal Muhtadin
karangan beliau. Judul Kitab yang kini diabadikan menjadi nama Mesjid
terbesar di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Kitab ini menjadi panduan bagi
tak sedikit pengajian keagamaan di Asia Tenggara.
Ulama
kelahiran Martapura, 13 Syafar 1122 Hijriah yang kenyang menggali ilmu
keislaman di Makkah dan Madinah , pengaruhnya tak hanya tertanam pada
masyarakat Kalimantan Selatan, akan tetapi juga sampai ke Pulau Jawa.
Kedatangannya kembali dari menuntut ilmu selama lebih kurang 30 tahun di Makkah
dan 5 tahun di Madinah disambut hangat masyarakat Batavia (sekarang Jakarta).
Bahkan disana beliau sempat merubah kiblat beberapa mesjid karena menurut
beliau tidak tepat. Konon dalam menunjukkan arah kiblat, kepada yang hadir
beliau persilakan melihat dicelah-celah lobang tangan jubahnya saat beliau
menunjuk arah yang benar, dari celah itu tampak jelas Baitullah, arah kiblat
semua kaum Muslimin. Mesjid itu antara lain Mesjid Pakojan dan Mesjid Luar
Batang Pasar Ikan Jakarta. Disamping mengajar, beliau juga membuka tanah perkebunan/pertanian
di Kelampaian, tidak jauh dari desa Dalam Pagar.
Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjari yang banyak memasukkan pengaruh ajaran Islam
terhadap tata pemerintahan Kerajaan Banjar. Wafat tanggal 6 Syawal 1227 H atau
sekitar 1812 M. Sesuai permintaannya beliau dimakamkan di Desa
Kelampaian Tengah kecamatan Astambul, sekitar 15 km dari Kota
Martapura.
Hingga
sekarang Makam Ulama besar yang telah banyak mengajarkan ilmu Tauhid kepada
masyarakat Banjar. Makamnya selalu ramai dikunjungi kaum Muslimin yang
berziarah kesana. Untuk sampai ke makam ini tak terlalu sulit , dengan angkutan
umum hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Martapura. Makam itu
dilengkapi pula dengan perpustakaan yang menyediakan buku-buku, baik buku
karangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari maupun buku yang bercerita banyak
tentang riwayat ulama besar ini
f. Festival
Bedug 1 Syawal. Festival Bedug merupakan even tahunan yang dilaksanakan pada
setiap tahun pada akhir Ramadhan di malam 1 Syawal. Bertempat di halaman Mesjid
Agung Al Karomah Martapura. Puluhan jenis bedug berukuran besar mengeluarkan
bunyi bertalu-talu kala ditabuh para kontestan yang berlaga.
4. Wisata
budaya
a. Rumah
Batu, Pasayangan
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-207-rumah-batu-di-pesayangan-martapura-kab-banjar--kalsel.html
Selasa, 23 Juli 2013
Gaya eklektik dalam arsitektur
digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha
untuk menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke
dalam bentuk baru. Begitu pula dengan perkembangan di Kalimantan Selatan,
dimana arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam
arsitektur setempat. Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para
saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak
budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini. Intensitas kontak budaya ini
merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah
runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 13.
b. Rumah
Tradisional Suku Banjar (Rumah Banjar) Model Palimbangan di Pesayangan
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-206-rumah-tradisonal-suku-banjar-rumah-banjar-model-palimbangan-di-pesayangan-.html
Selasa, 23 Juli 2013
Palimbangan adalah
salah satu rumah tradisonal suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan.
Di zaman Kesultanan Banjar rumah Tipe ini digunakan sebagai hunian para tokoh
agama (Islam) dan para Alim Ulamanya.
Rumah
Palimbangan ini mempunyai perbedaan dengan tipe lainnya antara lain pada bentuk
atap dan ornamen ukiran yang dipakai. Ruang paluarannya beratap
pelana dengan hiasan layang-layang di puncak gunungannya. Atap
sindang langit untuk surambi juga diteruskan ke samping sehingga
membentuk jurai (jurai luar). Atap ini bertemu atap sindang langit pada anjungnya.
c. Rumah
Adat Banjar
Rumah
Adat Banjar Bubungan Tinggi
Rumah
Adat Banjar Bubungan Tinggi
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-194-rumah-adat-banjar-.html
Senin, 29 April 2013
Bagi anda yang ingin mengetahui lebih
banyak adat banjar, bisa menengoknya di Teluk Selong, kurang lebih 3,2
kilometer dari kota Martapura. Terdapat dua buah rumah adat banjar yang
legendaris. Rumah Adat Banjar Gajah Baliku dan Bubungan Tinggi. Rumah Adat ini
dibangun oleh H.M. Arif dengan istrinya bernama Hj. Fatimah pada tahun 1811 M.
Rumah Adat Banjar
Gajah Baliku
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-194-rumah-adat-banjar-.html
Senin, 29 April 2013
Meski sudah berusia 202 tahun, rumah
tersebut masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah tersebut dapat anda
lihat interior ukiran khas Banjar. Bahan bangunannya semua dari kayu ulin
dengan konstruksi Rumah
Ba-anjung atau Rumah Bumbungan Tinggi dengan konstruksi pokoknya yang
terbagi menjadi beberapa bagian.
Pada awalnya bentuk bangunan rumah ini hanya
digunakan untuk bangunan Istana atau Keraton, namun pada perkembangan
selanjutnya banyak masyarakat Banjar yang mendirikan rumah dengan model yang
sama.
d. Eksotika
Pasar Terapung Lok Baintan
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-163-eksotika-pasar-terapung-lok-baintan.html
Rabu, 3 April 2013
Pasar
Terapung Lok Baintan atau Pasar Terapung sungai Martapura sebuah Pasar Terapung
tradisional, para pedagang di pasar ini menjual hasil kebun, pertanian dan
beragam dagangan produksi rumah tangga mereka di atas jukung atau perahu tanpa
mesin. Pasar terapung Lok Baintan berlokasi di desa Sungai Pinang, Kecamatan
Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Pasar
Terapung Lok Baintan sudah berlangsung sejak abad 18 di sepanjang pesisir
aliran Sungai Martapura. Rata-rata para pedagang berasal dari kampung sekitar
diantaranya seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka
Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.
Untuk
menuju pasar terapung Lok Baintan dari pusat kota bisa ditempuh dengan dua
alternatif. Alternatif pertama menyusuri sungai
Martapura dengan menggunakan
klotok, sejenis sampan bermesin. Dengan klotok, perjalanan dari pusat kota
menuju pasar terapung terbilang cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Alternatif kedua dengan menggunakan kendaraan darat seperti mobil dan motor.
Namun alternatif kedua membutuhkan waktu lebih panjang yakni satu jam untuk
mencapai pasar terapung. Hal itu disebabkan medan jalan yang cenderung berat
dan berliku-liku.
Pasar
Terapung Lok Baintan Merupakan satu-satunya pasar terapung yang masih alami di
Indonesia bahkan Dunia, Pasar Terapung Lok Baintan terletak di Kecamatan Sungai
Tabuk Kabupaten Banjar.
5. Wisata
Kuliner
a. Kue
Bangkit
Kue Bangkit Merupakan kue dengan
perpaduan rasa tradisional dengan sentuhan modern yang menyatu dalam sepotong
kue bangkit yang renyah, kue ini bisa bertahan hingga 2 bulan.
b. Wajik
Wajik adalah salah satu ragam kekayaan
kuliner di Indonesia. Kue wajik memiliki beberapa sebutan yang
berbeda-beda di setiap tempat. Nama wajik sendiri menjadi sebutan di
Kabupaten Banjar. Wajik yang berasal dari ketan juga disebut dengan
istilah ketan wajik. Selain memiliki sebutan yang berbeda-beda, Indonesia
juga memiliki bermacam-macam jenis wajik. Wajik yang paling dikenal adalah
wajik ketan yaitu wajik yang berasal dari beras ketan. Meskipun Kue ini
dikenal luas di Indonesia, kue ini juga terkenal di negara tetangga, sehingga
kue ini kadang juga diakui sebagai kue khas negara tetangga Indonesia.
Wajik yang biasa di kenal masyarakat
luas adalah wajik yang berasal dari ketan atau wajik ketan. Wajik ketan terbuat
dari beras ketan yang dikukus kemudian dimasak dengan campuran santan, dan gula
hingga berminyak dan terasa lembut. Gula yang digunakan pada wajik jenis
ini biasanya adalah gula merah. Gula merah yang digunakan akan
membuat wajik menjadi berwarna coklat muda hingga coklat tua. Setelah
wajik diangkat dari tempat pengolahan, wajik kemudian akan dibentuk atau diiris
sesuai dengan keinginan pembuat. Bentuk yang biasa dibuat adalah
bentuk belah ketupat atau jajar genjang. Bentuk
belah ketupat atau jajar genjang oleh orang Banjar biasa disebut bentuk wajik,
oleh karena itu kue ini bernama wajik. Kue wajik biasanya juga berbau
harum karena dalam pengolahannya menggunakan daun pandan.
Kue wajik memiliki cita rasa manis. Rasa
manis tersebut sering pula di tambahkan dengan aroma lain seperti rasa pandan
dan panili sedangkan rasa makanan ini ada yang memiliki rasa asli yaitu rasa
gula merah dan rasa durian. Kue wajik memiliki tekstur seperti beras yang
belum matang tetapi apabila dimakan akan terasa lunak dan mudah digigit.
c. Kue
Cucur
Kue Cucur atau Cucur adalah salah
satu makanan tradisional Indonesia jadi dapat ditemukan di berbagai
daerah di Indonesia, tetapi khusus di daerah Kabupaten Banjar makanan
ini termasuk makanan adat artinya pada upacara-upacara adat budaya Banjar,
cucur wajib dihidangkan. Rasanya manis, gurih, empuk di tengah dan renyah di
bagian pinggirnya. Cara membuat kue ini cukup di goreng.
Meskipun rasanya hanya manis dan
berminyak tetapi kue cucur ini tetap disuka. Serat-serat yang terbentuk pada
kue serta bagian pinggir yang kering renyah dan sedikit gosong memberi
"renda" cantik pada kue ini. Sensasi legit dan aroma gula merah
selalu membuat ketagihan.
d. Petah
Kue petah disebut juga dengan petah
Asia. Warnanya yang hijau selalu disajikan saat lebaran di Martapura,
Kalimantan Selatan. Bahan untuk membuat kue ini mudah didapat, seperti tepung
beras, air pandan dan daun suji, kapur sirih, serta garam.
Tidak lengkap rasanya jika dimakan
tanpa disiram sausnya. Sausnya disebut 'tahi lala' atau santan kental. Untuk
membuat kuahnya juga sangat mudah. Rebus santan kental bersama bersama garam
hingga berminyak. Jika ingin disiram diatas kue petah yang matang baru taburi bubuk
merica dan bawang goreng.
Kue talam khas Kalimantan Selatan
ini, biasa dijumpai setiap hari bisa dibeli di pasar wadai atau pasar jajan
pasar dan kue di Martapura. Rasanya yang gurih lembut sangat cocok buat sajian
berbuka atau menjamu tamu.
e. Wadai
Cincin
Kue cincin, Mengapa dinamakan kue cincin
mungkin karena dari bentuknya menyerupai cincin. Kue yang merupakan panganan
khas banjar biasa disajikan hanya hari tertentu, biasanya setiap kali hajatan
seperti kawinan dan hari Raya kue ini tersedia. Tapi saat ini tidak begitu
gampangnya kita mendapatkan kue ini. Mungkin karena prosesnya yang sedikit
memakan waktu, tidak ringkas seperti halnya kue lain.
Rasa kue ini sendiri layaknya seperti
kue Jaman dulu lainnya, terasa sekali rasa tradisional mungkin ini karena
pemakaian bahannya yang sangat sederhana dan sangat mudah didapatkan. Sekarang,
kue cincin susah untuk diperoleh mungkin kalah populer dengan jenis kue atau cake
populer sekarang ini.
f. Soto
Banjar
Soto
Banjar adalah soto khas suku
Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan
beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala,
dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur,
dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu
soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica,
tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan
sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum
dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar
tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
Penjual soto Banjar menyajikan sate ayam
sebagai menu pendamping. Nasi sop adalah sebutan untuk soto Banjar yang
dikuahkan ke sepiring nasi dan tidak berisi ketupat
g. Pepare
Pepare merupakan jajanan tradisional
yang terbuat dari beras ketan, kue ini merupakan salah satu makanan atau
jajanan khas Kalimantan yang didalamnya terdapat hinti (campuran parutan kelapa
dan gula merah). Pepare selain terdapat hinti didalamnya dalam penyajiannya
biasanya ditambahkan semacam saus atau santan kental diatasnya.
h. Kelelepon
Terkenal dengan semboyan Pacah di ilat
yang artinya pecah di lidah tanpa perlu di gigit. Kelelepon adalah salah satu
makanan khas Banjar, khususnya kota Martapura, kab. Banjar kelelepon sudah
menjadi ikon kota berjuluk serambi mekkah ini.
6. Wisata
Edukasi
a. Wisata
Edukasi TPA Cahaya Kencana
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-364-wisata-edukasi-di-tpa-cahaya-kencana.html
Kamis, 25 Juni 2015
Wisata edukasi di Kecamatan Karang
Intan, yaitu TPA Cahaya Kencana berlokasi di Desa Padang Panjang, Kecamatan
Karang Intan, Kabupaten Banjar, merupakan UPT dari Dinas Perumahan Permukiman,
destinasi Wisata Edukasi ini bisa dikunjungi pada hari kerja, sangat bermanfaat
bagi pendidikan sekolah, universitas, instansi pemerintah dan swasta.
Destinasi Wisata Edukasi ini dibuka
sejak tahun 2012 dan terus mengalami perkembangan yang lebih maju. Bentuk dari
kegiatan pengembangan kependidikan ini yaitu :
- kegiatan pemanfaatan energi
alternatif GAS METAN,
- pembuatan kompos,
- studi konsep kegiatan keterampilan
3R, studi hayati (budidaya tanaman),
- studi proses akhir pengolahan
sampah, studi lingkungan (penelitian air lindi, udara, vektor penyakit, dll).
7. Wisata
Buatan
a. Danau
Biru Tambak Padi
Sumber: http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-398-danau-biru-desa-tambak-padi.html
Kamis, 18 Februari 2016
Danau Biru merupakan Destinasi Wisata Baru
di Kabupaten Banjar tepatnya di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru,
Danau Biru merupakan danau tercipta akibat bekas galian tambang batu dan pasir
putih, airnya yang jernih kebiruan dan hamparan pasir putih merupakan daya
tarik yang membuat banyak orang berkunjung untuk berfoto danau ini setiap hari
selalu di padati wisatawan lokal apalagi pada hari libur pengunjung mencapai
ribuan silih berganti berdatangan baik secara rombongan maupun perorangan.
b. Waterboom
Pesona Modern
Sumber:
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/berita-335-waterboom-pesona-modern.html
Kamis, 26 Februari 2015
Water
Boom Pesona Modern ini terletak di Jalan A Yani Km. 11, Kec. Kertak Hanyar Kab.
Banjar Kalimantan Selatan. Tempat wisata air ini berlokasi di dalam kawasan
perumahan Pesona Modern.
Fasilitas
yang terdapat pada waterboom ini yaitu Pertama, permainan air. Mainan air yang
ada di water boom ini bermacam-macam, ada Twister Boom (peluncur air berkelok
dengan ketinggian ± 15m). Ada pula Slider Boom (peluncur lurus yang tingginya ±
5m) buat anak-anak yang belum berani main air di Twister Boom. Kedua, Flying
fox. Permainan yang biasanya terdapat di arena outbound ini disediakan dengan
panjang tali ± 50m, cocok buat yang berani adu nyali terbang ala burung.
Keamanan menjadi faktor penting, karena itu disediakan pula pelengkap keamanan
berupa tali pengaman yang umumnya ada untuk permainan yang cukup menegangkan
ini. Terakhir, Live music. Daya tarik lain dari waterboom ini adalah dengan
adanya live music dari band lokal yang bakal menghibur hari libur anda,
terutama bagi para remaja yang suka music
c. Lomba
Jukung Tradisional (tanpa mesin). Lomba jukung tradisional merupakan even tetap
tahunan yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka hari jadi Kabupaten Banjar.
Bertempat di desa Sungai Rangas Martapura. Padahal awalnya even ini
dilaksanakan di desa Pekauman, namun ada beberapa hal yang dipertimbangkan maka
pelaksanaan even ini dipindah ke desa Sungai Rangas.
8. Wisata
adat
a. Acara
Milad Kesultanan Banjar
Acara ini dilaksanakan pada bulan
Oktober-November yang bertempat di Mahligai Sultan Adam, Cahaya Bumi Selamat,
dan Alun-Alun Ratu Zalecha.
Sejarah kesultanan Banjar yang langsung
dikutip di halaman resmi http://kesultananbanjar.com/id/?p=1689
pada tanggal 28 April adalah tanggal yang bersejarah dalam lintasan waktu
Kesultanan Banjar. Pada tanggal inilah atau tepatnya 28 April 1859, pasukan
Pangeran Antasari atas izin Sultan Hidayatullah II memulai penyerbuan kepaada
tambang batubara pertama milik Belanda di nusantara. Oranje Nassau tambang ini
diberi nama, menjadi saksi atas dahsyatnya kemarahan rakyat Kesultanan Banjar
yang sudah dinjak harga dirinya oleh penjajah Belanda.
Tanggal 28 April inilah titik awal dari
pecahnya Perang Banjar yang terkenal itu. Perang Banjar yang dicatat dalam
sejarah sebagai perang melawan penjajah terlama di nusantara (1859-1905).
Selama 46 tahun pejuang Kesultanan Banjar bertempur mati-matian melawan
colonial Belanda, dari pusat kota Banjarmasin sampai ke hulu sungai dan
gunung-gunung pedalaman pulau Kalimantan. Meskipun pada tahun 1860 Kesultanan
Banjar dihapuskan secara sepihak, tetapi dihati rakyat Banjar kesultanan
tetaplah ada dan wajib hukumnya untuk tetap berjuang. Sikap ini yang melahirkan
semboyan yang terkenal “Haram Manyarah, Waja Sampai Ka Puting”, haram hukumnya
bagi rakyat Banjar menyerah dengan penjajah Belanda.
Dalam rangkaian peperangan pejuang dan
pemimpin gugur silih berganti, tetapi pejuang tak pernah berhenti. Pangeran
Antasari, Demang Lehman, Sultan Mat Seman, Ratu Zalecha dan masih banyak lagi
pejuang Banjar yang meneteskan darahnya di bumi Sultan ini akan terus menerus
membayangi tekad dan semangat kita untuk terus membangun negeri ini.
Kesultanan Banjar tidak pernah
membubarkan diri! Wajib bagi juriat yang mampu untuk membangkitkan kembali
kesultanan Banjar.
Hari tersebut dalam sejara Kesultanan
Banjar telah tegak kembali, mari bergabung bersama, tegak kembali keormatan
bangsa Banjar dimana saja berada!
B. RENCANA
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI MARTAPURA
Nama Wisata
|
Dirasakan
|
Dibayangkan
|
Dilakukan
|
1. Wisata
Alam
a. Matang
Kaladan
b. Sungai
Kembang Aranio
c. Bukit
Batas
d. Air
Terjun Panyar
e. Pulau
Pinus
f. Waduk
Riam Kanan
g. Prasasti
Gunung Pamaton
h. Air
Terjun Lembah Kahung
|
Pemandangan yang
masih alami ditambah suasana yang jauh dari perkotaan dan permukiman.
Pemandangan
yang begitu Indah, banyak pohon pinus berjejer membentuk barisan teratur
diselingi oleh gemuruh arus yang deras melewati bebatuan.
Pemandangan
yang tak terkirakan karena pada saat di puncak anda dapat melihat pulau kecil
dan gugusan gunung yang dapat dikatakan orang “Raja Ampat nya Borneo”.
Pemandangan
air bersih yang mengalir dari bebatuan alam disertai keindahan flora dan
fauna mempercantik panorama indahnya air terjun ini.
Panorama
indahnya pohon pinus yang terlihat dari kejauhan saat menusuri waduk Riam
Kanan dan sesampainya di pulau tersebut mita di sambut sejuknya pepohonan
pinus yang menjulang tinggi.
Panorama
danau, lembah dan bukit disekitarnya yang membuat indah dan hijau di
Pegunungan Meratus.
Untuk
menuju lokasi ini tidak terlalu sulit, dan medan yang dilalui relatif mudah
dijangkau.
Pemandangan
asli sebuah alam tropis nan indah dengan aneka flora dan fauna memberikan
kedamaian tersendiri setiap orang yang mengunjunginya.
|
Pembangunan pos untuk
menghindari pengunjung yang sesat.
Perbaikan tempat budi
daya ikan sungai seperti ikan Nila dan ikan Mas untuk meningkatkan pendapatan
ekonomi masyarakat setempat.
Penambahan angkutan
air seperti kelotok agar memudahakan pengujung untuk mencapai lokasi tersebut
tanpa mengantri dan penyediaan tempat makan.
Pembuatan lesehan di
pinggir air terjun agar pengunjung dapat beristirahat dan menikmati
pemandangan tanpa harus terjun di air
terjun tersebut.
Pembuatan taman di
pinggir waduk agar kelihatan asri dan pengunjung dapat beristirahat
sesampainya di pulau pinus.
Pembuatan pos keamanan
agar pengunjung tidak menyalahgunakan peralatan PLTA.
Pembuatan pos
keamanan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Mempermudah akses
transportasi wisata ini.
|
Pengelolaan yang
lebih baik lagi agar kelestarian alamnya
tetap terjaga.
Pengawasan
dari pemerintah dan masyarakat setempat agar wisata ini lebih dikenal orang
banyak serta dikelola lebih baik.
Pengelolaan
wisata ini perlu adanya agar tetap lestarinya pemandangan “Raja Ampat nya
Borneo” dan pembangunan pos keamanan untuk menghindari pengunjung yang
tersesat
Pengelolaan
dan pengawasan dari pemerintah dan masyarakat setempat agar wisata ini lebih
terjaga kelestariannya.
Pengelolaan yang lebih baik lagi agar
kelestarian waduk dan pohon pinus tetap terjaga.
Pengawasan
terhadap tata air dan PLTA agar stabilnya perairan di wilayah Kalimantan
Selatan.
Pengelolaan dan pengawasan dari
pemerintah dan masyarakat agar terciptanya rasa aman oleh pengujung.
Pengelolaan
terhadap hutan tropis ini dan pohon-pohon besar serta kelestarian air terjun.
|
2. Wisata
Belanja
a. Pertokoan
Cahaya Bumi Selamat
|
Tugu taman dengan
simbol-simbol ayat-ayat Al-Qur’an yang mencirikan masyarakat Kabupaten Banjar
yang religious sehingga membuat lokasi ini tampak ekslusif. Bersih, Indah,
Tertib, Aman, dan Nyaman (Berintan).
|
Adanya sarana dan
prasarana yang memadai seperti penyediaan ATM untuk mempermudah pengunjung
untuk membeli souvenir tanpa mengeluarkan uang banyak dan sarana-sarana yang
pendukung lain
|
Selain menampilkan
wisata belanjanya, perlu dikembangkan lagi agar terrealisasinya sapta pesona
Martapura, seperti kenangan. Contohnya perlu diadakannya pentas seni atau hal
yang berbudaya Banjar agar para pengunjung menikmati selain wisata belanja
juga wisata budaya.
|
3. Wisata
Religius
a. Makam
Syekh Muhammad Afif (Datu Landak)
b. K.
H. M. Djaouly Seman
c. Makam
Sultan Adam Al-Watsiq Billah
d. Makam
KH. Zaini Abdul Ghani
e. Masjid
Agung Al-Karomah Martapura
f. Makam
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan)
g. Festival
Bedug 1 Syawal
|
Nuansa religinya
masih terasa dima makan ini disampingnya dibuat dinding dengan kain kuning.
Ornamen makam beliau
sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat
bersih.
Ornamen makam beliau sangat
indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat bersih.
Ornamen makam beliau
sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat
bersih.
Masjid ini berdiri
megah dan letaknya strategis yang berada tepat didekat jalan raya dan
berdampingan dengan Pasar Martapura.
Ornamen makam beliau
sangat indah dimana dibangunnya kubah dan dari segi kebersihannya sangat
bersih.
Nuansa islaminya
sangat terasa, dimana takbir dikumandangkan disertai pukulan begud nan indah.
|
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah tidak susah mencarinya.
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas
tersebut.
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai agar jika ada peziarah dapat menikmati fasitilas
tersebut.
Perluasan lahan
parkir agar pada saat acara besar atau acara setiap harinya tidak menggangu
lalu lintas di jalan.
Perlu ditertibkannya
pengemis yang berada di sekitaran masjid dan pembersihan taman.
Perlu ditertibkannya
pengemis yang berada disekitar makam beliau agar tidak menggangu kekhuysukan
berziarah.
Dalam festival ini
diharapkan lebih luas lagi tingkatannya agar acaranya lebih besar dan dapat
meningkatkan pariwisata Kabupaten Banjar.
|
Pengawasan dari orang
yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dari orang
yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dari orang
yang dekat dari keturunan belai agar tidak menyalahgunakan tempat makam.
Pengawasan dan
pengamanan pada makam ini agar tetap terjaganya kebersihan.
Pengawasan dan
pengamanan pada masjid ini agar tetap terjaganya kebersihan.
Pengawasan dan
pengamanan pada makam ini agar terhindarnya hal-halnya tidak diinginkan.
Perlu adanya promosi
festival keseluruh Indonesia melalui DISBUDPARPORA Kabupaten dan Provinsi.
|
4.
Wisata Budaya
a. Rumah
Batu, Pasayangan
b. Rumah
Tradisional Suku Banjar (Model Palimbangan di Pesayangan
c. Rumah
Adat Banjar
d. Eksotika
Pasar Terapung Lok Baintan
|
Arsitektur rumah ini
sangat menjaga nilai budaya Banjar walaupun adanya keinginan atau upaya
menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke
dalam bentuk baru. Sehingga pada saat mamandangnya sangatlah indah.
Rumah Palimbangan ini
mempunyai perbedaan tipe lainnya pada bentuk dan ornament ukuran yang
dipakai, namun nuansa budaya Banjarnya masih ada.
Meski rumah ini
berusia 202 tahun, namun masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah
tersebut dapat dilihati interior ukiran khas Banjar.
Saat menyusuri sungai
Martapura disuguhkan pemandangan indah seperti sungai yang luas, masih
terjaganya pepohonan di pinggir sungai, namun dibalik itu ada juga
pemandangan yang kurang mengenakan karena masih adanya deretan kakus di
pinggir sungai.
|
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli
budaya Banjar.
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli
budaya Banjar.
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati indahnya rumah asli
budaya Banjar.
Pembangunan sarana
dan prasarana yang memadai pengujung dapat menikmati eksotika Pasar Terapung
Lok Baintan.
|
Pengawasan dan
pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta
perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya
tersebut.
Pengawasan dan
pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta
perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya
tersebut.
Pengawasan dan
pemeliharaan rumah adat asli budaya Banjar agar tidak dimakan usia serta
perlu dukungan dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya
tersebut.
Pengawasan dan pengelolaan
pasar terapung ini agar tidak dihilang keberadaannya serta perlu dukungan
dari pemerintah san masyarakat untuk menjaga cagar budaya tersebut.
|
5. Wisata
Kuliner
a. Kue
Bangkit
b. Wajik
c. Kue
Cucur
d. Petah
e. Wadai
Cincin
f. Soto
Banjar
g. Pepare
h. Kelelepon
|
Tekstur kue yang
renyah membuat para penikmatnya ketagihan.
Memiliki cita rasa
manis, mempunyai aroma seperti pandan, vanilli, gula merah, durian, dan
tekstur yang terasa lunak dan mudah digigit.
Rasanya yang manis,
gurih, empuk di tengah dan renyah di bagian pinggirnya.
Kuah yang berasal
dari santan membuat makanan ini sangat gurih.
Rasa kue ini seperti
kue zaman dulu lainnya, terasa sekali rasa tradisional kungkin karena
bahannya.
Mempunyai aroma harum
rempah-rempah dan rasanya yang enak sekali jika ditambah perasan limau kuit.
Kue ini mempunyai
tekstur yang lunak, rasanya enak dan gurih jika memakaanya bersamaan dengan
hinti (parutan kelapa dan gula merah).
Terkenal dengan
semboyan pacah di ilat yang artinya pecah di lidah tanpa perlu digigit kelelepon
seningga mempunyai tekstur lunak sama seperti Pepare, namun perbedaannya
terletak isi kelelepon yang hanya gula merah dan parutan kelapanya terletak
di luar.
|
Produksi yang lebih
banyak lagi dan dibuat kemasan semenarik mungkin agar orang lebih berminat
untuk membeli jajanan lokal ini.
Pemberian merek atau
lisensi yang berasal asli dari Martapura.
Pembuatan kue ini
perlu lebih dikembangkan lagi dalam bentuk yang lain, seperti dibuat berbagai
macam bentuk agar lebih menarik lagi tanpa menghilangkan nilai yang lama.
Produksi yang lebih
banyak lagi dan dibuat dalam bentuk semenarik mungkin agar orang lebih
berminat untuk membeli jajanan lokal ini.
Perlu adanya produsen
yang siap mengembangkan usaha pembuatan kue ini lagi, agar kue ini tidak di
makan oleh waktu.
Perlu pengembangan
usaha dari masyarakat agar keberadaan Soto Banjar ini tetap ada.
Perlu adanya produsen
yang siap mengembangkan usaha pembuatan kue ini lagi, agar kue ini tidak di
makan oleh waktu.
Walaupun kelelepon
ini sekarang sudah banyak produsen yang telah mengembangkan usahanya, namun
perlu ditegaskan dalam pembuatan kue ini tetap dengan cita rasa yang dulu
tanpa mengubah bentuk dan cita rasanya.
|
Perlu pemasaran yang
baik agar kedepannya kue ini dapat dikenal orang banyak.
Perlu adanya
pelestarian makanan tradisional, karena makanan ini salah satu ragam kekayaan
kuliner di Indonesia dan terkenal di negara tetangga.
Kue ini merupakan
makanan adat artinya pada upacara-upacara adat budaya Banjar, wajib
dihidangkan.
Kue yang satu ini,
disajikan saat lebaran selain ketupat dan lauk pauk.
Pelestarian terhadap
kue-kue tradisional, karena dulunya kue ini hadir hampir setiap hari sebab
cocok sekali seteri jajanan pasar. Mungkin zaman sekarang ada yang jual
karena proses pembuatannya yang memakan waktu.
Perlu pembagian
cabang di beberapa titik di Indonesia, agar masakan khas Banjar juga dikenal
orang banyak.
Kue yang satu ini,
disajikan saat upacara-upacara adat budaya Banjar, wajib dihidangkan.
Makanan yang sudah
menjadi ikon kota Martapura perlu dijaga kelestariannya.
|
6. Wisata
Edukasi
a. TPA
Cahaya Kencana
|
Wisata ini
dimanfaatkan untuk mengekslporasi ilmu tentang alam dan pemandangan yang indah juga seperti tempat budidaya tanaman.
|
Dalam pengembangan
kependidikan ini perlu sarana dan prasarana seperti tempat berteduh untuk
belajar agar lebih memudahkan anak-anak yang sedang langsung belajar dengan
alam.
|
Pengawasan dan
keamanan oleh pihak terkait agar tidak ada penyalahgunaan alat-alat atau
barang-barang dari TPA Cahaya Kencana.
|
7.
Wisata Buatan
a. Danau
Biru Tambak Padi
b. Waterboom
Pesona Modern
c. Lomba
Jukung Tradisional (tanpa mesin)
|
Danau ini
mempersembahkan pasir putih, yairnya yang jernih kebiruan dan hamparan pasir
putih yang merupakan daya tarik pengunjung.
Pemandangan wisata
buatan ini tidak kalah menariknya pada wisata lainnya, karena wisata ini
didukung beberapa fasilitas mendukung yang membuatnya mata tercengang oleh air
yang jatuh dengan kapasitas yang
besar.
Lomba yang diadakan
di sungai Martapura membuat mata para penonton terkesima terhadap indahnya
aliran sungai yang mengalir ditambah jukung-jukung tradisional yang hilir
mudik sehingga mempercantik indahnya sungai Martapura.
|
Penyediaan sarana dan
prasarana penujang unuk wisata ini agar pengunjung dapat menikmati tanpa
harus terkena terik mata hari langsung maupun kehujanan serta penyediaan wc.
Pembangunan tempat
makan atau rumah makan agar pengunjung tidak perlu membawa makanannya ke
tempat wisata satu ini dan ditambah sarana dan prasarana pendukung lainnya
agar pengunjung lebih tertarik lagi.
Pelestarian acara
lomba ini disertai pembuatan sarana dan prasarana pendukung lainnya serta
perlunya promosi lomba ini ke luar agar banyak diminati berbagai kalangan.
|
Pengawasan pemerintah
untuk meninjau ulang apakah masih baik tempat wisata yang bekasnya galian
tambang batu bara, karena takutnya airnya kotor akibat terkontaminasi oleh
kegiatan tambang tersebut.
Pengawasan terhadap
anak lebih diperketat lagi agar terhindar kecelakaan kecil dan disertai
aparat keamanan yang berjaga.
Pelestarian even ini
agar kedepannya dapat menarik wisatawan luar untuk berkunjung.
|
8. Wisata
Adat
a. Acara
Milad Kesultanan Banjar
|
Acara
ini sangat menghibur juga untuk melestarikan budaya Banjar.
|
Perlu
adanya destinasi religious untuk memperingati Kesultanan Banjar, karena para
pejuang dahululah yang mengorbankan jiwanya untuk tanah serambi Mekkah ini.
|
Pengawasan
dan pengamanan pada saat acara berlangsung.
|
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.disbudparpora.banjarkab.go.id/
diakses pada Rabu, 8 Juni 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar